JAKARTA - Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Pasalnya, menjelang berbagai agenda nasional pada bulan Agustus, media sosial dipenuhi beragam unggahan mengenai aksi demonstrasi.
"Dan saya ingin pada kesempatan ini kami bersepakat untuk menyampaikan kepada masyarakat supaya tidak terganggu dengan masalah itu. Kami menanganinya semua," ujar Menko Polkam, Djamari Chaniago, dikutip Jumat (7/8/2026).
Djamari juga menegaskan bahwa kondisi di lapangan tidak seperti yang digambarkan dalam berbagai unggahan di media sosial. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
"Dan pada kesempatan yang baik ini juga saya katakan bahwa kondisi masyarakat kita juga tidak seperti apa yang disampaikan, yang disebarkan melalui media sosial itu," tambahnya.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa banyak video yang beredar menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia merupakan rekaman lama, hasil editan, atau menggunakan konteks yang berbeda dari kejadian sebenarnya.
"Teman-teman harus melihat videonya. Ada yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah ada. Ada yang menggunakan gambar lama dengan konteks yang berbeda. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia," ujar Meutya.
Dia mengingatkan, bahwa penyebaran informasi palsu bukan sekadar persoalan di ruang digital, tetapi dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.





Komentar (0)