Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan Depok, muncul cerita dari tempat terakhir Saepul alias Saepullah (26) mencari nafkah.

Sebelum ditangkap sebagai tersangka pembunuhan terhadap Kunaefi (51), pria yang diduga gay tersebut diketahui sempat bekerja di sebuah UMKM penjual pisang cokelat (piscok) di kawasan Stasiun Pondok Cina (Pocin).

Pemilik usaha mengaku baru menyadari keterkaitan mantan pegawainya dengan kasus tersebut setelah melihat pemberitaan mengenai kronologi pembunuhan.

Ada satu hal yang menurutnya menjadi perhatian, yakni waktu Saepul mengundurkan diri dari pekerjaannya yang berdekatan dengan hari kejadian. Menurut pemilik UMKM, Saepul bergabung sekitar satu hingga satu setengah bulan sebelum akhirnya memilih keluar dari pekerjaannya.

“Perkiraan gabung sekitar sebulanan sampai sebulan setengah,” kata pemilik UMKM kepada wartawan, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.

Selama bekerja, Saepul dipercaya menangani bagian menggoreng pisang cokelat. Ia mengaku tidak pernah melihat gelagat aneh dari pria tersebut.

“Selama bekerja tidak menunjukkan gesture over active. Normal, fokus kerja. Dia bagian goreng, bukan produksi,” ujarnya.

Hal yang paling diingat pemilik usaha adalah ketika Saepul meminta izin pada 22 Juli 2026. Saat itu, ia mengaku hendak mengikuti wawancara kerja di sebuah food court di salah satu mal yang ada di Margonda Depok.

“Tanggal 22 Juli dia izin interview, ambil libur,” katanya.

Tak lama setelah itu, tepat pada 23 Juli 2026, Saepul menyampaikan pengunduran diri.

“Tanggal 23 dia resign,” ujarnya.

Belakangan, pemilik usaha mengaku terkejut setelah mengetahui tanggal tersebut bertepatan dengan waktu yang dalam pemberitaan disebut sebagai hari terjadinya dugaan pembunuhan terhadap Kunaefi.

“Kalau dari media yang kita baca, tanggal tersebut adalah tanggal kejadian,” katanya.

Meski mantan pegawainya kini terseret perkara pembunuhan disertai mutilasi, ia berharap masyarakat tidak mengaitkan kasus tersebut dengan usahanya.

“Untuk penikmat piscok, kami berharap tetap menjadi penikmat piscok tanpa rasa takut. Semua proses produksi dilakukan dengan baik, terpisah antara lapangan dan produksi,” ujarnya.

Sebagai bentuk keterbukaan, pihak UMKM juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat apabila menemukan hal-hal yang dianggap tidak wajar.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
WIKA Bukukan Kontrak Baru Rp 6,91 Triliun hingga Juni 2026, Dukung Pembangunan Proyek Strategis Indonesia
• 22 jam lalu
0
thumb
Sidang Dakwaan Baru Dokter Tifa Batal Digelar dan Dijadwalkan Lagi 13 Agustus 2026, PN Jaktim Ungkap Penyebabnya
• 23 jam lalu
0
thumb
OCBC Dorong UKM Hadirkan Produk Ramah Lingkungan yang Fungsional dan Mudah Dijangkau
• 22 jam lalu
0
thumb
Kemenhut Perkuat Diplomasi untuk Dorong Indonesia Menjadi Pemimpin Kehutanan Global
• 18 jam lalu
0
thumb
Wujudkan Visi sebagai Community Service, Para Dekan Baru Universitas Ahmad Dahlan Diminta Fokus pada Lima Agenda Strategis
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.