DEPOK, KOMPAS.com - Potongan kaki korban mutilasi, Kunaefi (51), belum ditemukan karena diduga terbawa arus sungai Kali Licin di Pancoran Mas, Depok setelah dibuang pelaku, Saepul (26).
Sebab terdapat jeda waktu lebih dari sepekan antara pembuangan potongan tubuh korban pada 23 Juli 2026 dengan penemuan jasad korban pada 4 Agustus 2026.
Kepala Tim Khusus 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel mengatakan, selama rentang waktu tersebut, hujan sempat mengguyur kawasan itu sehingga arus sungai menjadi deras.
"Jadi sudah ada range sekitar satu minggu lebih yang kemudian sempat dalam satu minggu itu ada hujan," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Depok, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Cari Bagian Kaki Korban Mutilasi, Pelaku Ikut Dibawa ke Kali Depok
Kendati demikian, polisi masih belum menghentikan pencarian.
Pada pukul 12.30 WIB, Tim Subdirektorat Reserse Mobile (Subdit Resmob) Polda Metro Jaya melakukan penelusuran di Kali Licin, Pancoran Mas, Depok untuk mencari sisa bagian tubuh korban.
Pelaku dibawa ke tempat tersebut untuk menunjukkan lokasi tempat dia membuang bagian bawah mayat korban.
Polisi mulai melakukan pencarian di titik yang ditunjuk pelaku.
"Ada ada dugaan sudah terbawa arus, tapi tetap kami akan telusuri," kata dia.
Baca juga: Polisi Sisir Kali Baru Depok Cari Bagian Bawah Tubuh Korban Mutilasi
Ia menyebut, pelaku mengaku membuang potongan jasad korban di sebuah jembatan di wilayah Pancoran Mas, Depok.
"Subdit Resmob untuk menelusuri potongan kaki dari korban yang dibuang oleh pelaku," ucapnya.
Berdasarkan keterangan dari pelaku, jasad korban bagian kepala hingga pangkal paha dibuang terlebih dahulu di lahan kosong wilayah Pancoran Mas, Depok.
Setelah itu, pelaku kembali ke rumah kontrakannya di Jalan Belimbing, Cipayung Jaya, Depok untuk mengambil dan membuang bagian tubuh korban dari pangkal paha hingga kaki di Kali Licin.
"(Untuk membuang jasad korban, pelaku) menggunakan motor milik korban," kata dia.
Baca juga: Sebelum Jasad Ditemukan, Korban Mutilasi di Depok Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istrinya
Seekor anjing pelacak jenis Dutch Shepherd betina dari K9 Ditpolsatwa Korshabara Baharkam Polri dikerahkan guna membantu pencarian.
"Kami berkoordinasi dengan operator dari K9 untuk menelusuri potongan tubuh tersebut," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)