TANGERANG, KOMPAS.com - Warga mengeluhkan kabel semrawut menjuntai di sepanjang Jalan Prabu Kian Santang hingga Jalan M Toha, Periuk, Kota Tangerang.
Kondisi kabel yang menggantung setinggi sekitar 100 hingga 180 sentimeter berada di depan area masjid, pertokoan, dan perkantoran.
Keberadaan kabel ini juga sangat mengganggu pergerakan warga.
Tak jarang pejalan kaki yang hendak beraktivitas terpaksa membungkuk atau menghindar agar tidak terjerat gulungan kabel.
"Ampun deh berantakan banget. Katanya dulu mau ditanam di tanah," keluh warga Romlan saat ditemui di lokasi, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Kabel Semrawut di Periuk Tangerang, Ada yang Menjuntai hingga Sentuh Jalan
Salah satu pengemudi ojek pangkalan, Olip mengatakan kabel menjuntai tersebut sangat membahayakan pejalan kaki.
"Itu di depan perkantoran, masjid, banyak yang kabelnya merosot pendek. Bahaya emang," kata Olip.
Thalita Dewanty/KOMPAS.com Kabel utilitas yang menjuntai hingga sekitar 160 sentimeter di atas permukaan bahu jalan di Jalan Prabu Kian Santang, Periuk, Kota Tangerang, Kamis (6/8/2026).
Dia menilai, kabel sepanjang Jalan Prabu Kian Santang dan Jalan M Toha meliuk tidak teratur.
"Gini sepanjang jalan kabelnya naik turun enggak beraturan," tambahnya.
Kekhawatiran serupa diungkapkan oleh warga Candra yang akses tempat kerjanya turut terganggu oleh jaringan kabel menjuntai tersebut.
"Udah terlalu pendek itu kabelnya," kata Candra.
Baca juga: Ditambal Separo-separo Kayak Celana, Warga Jenuh Jalan M Toha Tangerang Ditambal Terus
Candra mendesak Pemkot Tangerang agar kabel semrawut tersebut dapat dibenahi atau ditindaklanjuti segera.
"Cepat diperbaiki itu harusnya," tegasnya.
Terkait kondisi kabel semrawut tersebut, Kompas.com telah meminta konfirmasi kepada Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Tangerang, Dody Ardiansyah.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, Dody belum memberikan tanggapan yang jelas.
Baca juga: Jalan M Toha Tangerang Masih Rusak, Warga Pertanyakan Janji Perbaikan Agustus 2026
Ia menyampaikan masih perlu berkoordinasi dengan dinas terkait sebelum memberikan keterangan.
"Izin saya teruskan ke dinas terkait ya," jelas Dody saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kamis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)