SUMENEP, iNews.id – Di balik tragedi memilukan kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, tersimpan kisah keajaiban. Satu keluarga kecil asal Sidrap, Sulawesi Selatan, selamat dari maut usai nekat melompat ke laut.
Pasangan suami istri, Karhap (22) dan Krisnawati (19), beserta dua balita mereka, Miziana (3) dan Meisa (1), bertahan hidup di tengah lautan bergelombang selama hampir tiga jam.
Peristiwa mencekam itu bermula saat kapal yang mereka tumpangi terbakar hebat pada Minggu (2/8/2026) pagi saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Karhap, yang bekerja sebagai sopir truk ekspedisi, saat itu memboyong anak dan istrinya untuk pertama kali dalam perjalanan rute Jawa-Sulawesi.
Ketika api dengan cepat membesar dan mengepung badan kapal, pilihan makin terbatas. Demi menyelamatkan nyawa sang buah hati, Karhap nekat melompat ke laut sambil memeluk erat si bungsu Meisa yang dibungkus jaket pelampung.
Baca Juga:Membangun dari Daerah, Menguatkan IndonesiaDi saat bersamaan, anak sulung mereka, Miziana, beruntung ditolong oleh seorang penumpang berseragam TNI yang turut melompat menyelamatkan diri.
Sementara sang istri, Krisnawati, yang sebenarnya tidak bisa berenang, akhirnya terpaksa nekat terjun ke laut lepas demi menyusul suami dan anaknya.
"Saya tidak bisa berenang, tapi terpaksa melompat. Di dalam laut rasanya sangat dingin dan gelombang tinggi. Saya sempat merasa semakin jauh sendirian terbawa arus deras," tutur Krisnawati mengenang momen dramatis tersebut, Rabu (5/8/2026).
Berbalut jaket pelampung dan mendekap erat sang anak, keluarga kecil ini terombang-ambing di tengah lautan dengan hantaman ombak setinggi 3 meter selama hampir tiga jam.
Kebahagiaan dan rasa haru tak terbendung saat keluarga kecil ini akhirnya berhasil diselamatkan dan dipersatukan kembali di atas kapal kargo Meratus Pematang Siantar yang kebetulan sedang melintas di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Meski berhasil selamat tanpa luka serius, peristiwa naas tersebut menyisakan trauma mendalam bagi Krisnawati. Ia mengaku kapok dan tidak berani lagi mengajak anak-anaknya menemani sang suami bekerja mengendarai truk antarpulau.
Baca Juga:Hari Ini Prabowo dan PM Singapura Bertemu Bahas Kerja Sama Bilateral hingga Isu GlobalNamun bagi Karhap, profesi sebagai sopir truk ekspedisi adalah mata pencaharian utamanya yang harus tetap ia jalani demi menghidupi istri dan kedua buah hatinya.
#jatim





Komentar (0)