El Nino Berpotensi Jadi Sangat Kuat, Kemarau Bertahan hingga September

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
El Nino Berpotensi Jadi Sangat Kuat, Kemarau Bertahan hingga SeptemberNasional | sindonews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:48Dengarkan Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa fenomena El Nino pada 2026 telah berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi kategori sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dan lebih panjang, terutama pada Agustus hingga September.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, mengatakan pihaknya terus memperkuat respons lintas sektor menghadapi dampak El Niño melalui penyediaan informasi iklim yang akurat dan dapat ditindaklanjuti. Hal itu disampaikan Faisal dalam Dialog Nasional bertajuk "Memperkuat Respons Lintas Sektor dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat" yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, dikutip Rabu (5/8/2026).

Dalam arahannya, Faisal menegaskan El Nino merupakan tantangan pembangunan yang berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, kehutanan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, informasi iklim harus menjadi dasar pengambilan keputusan agar setiap sektor dapat melakukan langkah antisipasi sebelum risiko berkembang menjadi bencana.

Baca Juga:Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto

Baca juga: Prabowo Instruksikan Seluruh Sektor Siaga Hadapi El Nino dan Kemarau

"El Nino merupakan tantangan yang berdampak pada berbagai sektor pembangunan nasional. Membangun ketahanan menghadapi El Nino memerlukan kesiapsiagaan lintas sektor yang didukung oleh informasi iklim yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Faisal.

BMKG mencatat El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat dan berpotensi menjadi kategori sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini lebih kering dan lebih panjang, terutama pada Agustus hingga September.

Faisal menegaskan bahwa El Nino bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang memperkuat dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi secara bersamaan. "Bahwa El Nino bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang memperkuat dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi bersamaan," kata Faisal.

Baca juga: Tak Hanya Harga Minyak, Super El Nino Bisa Jadi Malapetaka Baru

Baca Juga:Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku

Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, gangguan produksi pangan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memengaruhi sektor energi, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah menyampaikan prediksi El Nino sejak Maret 2026 sehingga kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbagai langkah mitigasi.Sebagai lembaga yang bertanggung jawab menyediakan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG juga terus memperkuat pendekatan From Early Warning to Early Action, yakni memastikan setiap informasi iklim menjadi dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui prediksi ENSO, prediksi musim, prakiraan hujan, analisis dampak sektoral, sistem peringatan dini kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, layanan informasi iklim berbasis sektor, hingga dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Informasi iklim harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata sehingga pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif sebelum dampak terjadi," ujarnya.

Baca Juga:PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara

Faisal menambahkan, layanan BMKG kini dirancang semakin spesifik sesuai kebutuhan setiap sektor, mulai dari penyusunan kalender tanam adaptif, pengelolaan sumber daya air, mitigasi karhutla, hingga dukungan bagi sektor kesehatan dan energi. "Dengan demikian, informasi iklim tidak hanya menjadi referensi ilmiah, tetapi juga menjadi dasar kebijakan yang berdampak langsung bagi perlindungan masyarakat," pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bapenda Jabar Populerkan Inovasi KiosK Samsat di Rakornas Dukcapil
• 16 jam lalu
0
thumb
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Kembali Gagalkan Penyelunduoan Narkotika Oleh WNA
• 15 jam lalu
0
thumb
Polisi Periksa Teman Pelajar SMP yang Tewas Diduga Dibully di Pemalang
• 22 jam lalu
0
thumb
Kabut Asap Karhutla Selimuti Sampit, Jarak Pandang Turun
• 1 jam lalu
0
thumb
Sarwendah Kerja Keras Nafkahi Anak, Ruben Onsu: Capek Ya, Gimana Gue?
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.