MALANG, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengerahkan dua unit helikopter water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Langkah ini diambil karena api sulit dijangkau oleh tim darat akibat medan yang terjal.
Kebakaran di kawasan Gunung Bromo terpantau sejak Senin (3/8/2026). Kobaran api dengan cepat meluas akibat tiupan angin kencang dan vegetasi ilalang yang mengering.
Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, segera meninjau lokasi untuk menentukan kebutuhan operasi udara.
Selain mengerahkan dua helikopter water bombing, BNPB juga akan menggeser armada dari enam daerah, yakni Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Helikopter akan digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang tidak dapat diakses oleh tim darat.
Baca Juga:Polisi Ungkap Awal Mula Bang Jago Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa"Mereka meminta bantuan dari udara Heli Water Bombing, untuk sementara kita akan dukung dua unit. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan modifikasi cuaca tetapi sampai siang ini belum ada pertumbuhan awan hujan sehingga untuk beberapa hari mofidikasi cuaca belum bisa dilaksanakan," ujar Suharyanto.
Selain operasi pemadaman melalui udara, BNPB juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung penanganan kebakaran.
Sementara itu, Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata melalui pintu Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro demi keselamatan pengunjung.
Wisatawan hanya diperbolehkan memasuki kawasan melalui pintu Cemoro Lawang dan Wonokitri hingga area Lautan Pasir.
Kepala Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono mengatakan, petugas gabungan masih terus melakukan pemadaman secara manual sambil menunggu dukungan operasi udara.
"Sampai saat ini kami masih tetap berupaya mengingat medan kebakaran ini sangat berat, yaitu di lereng Kaldera Tengger sehingga butuh upaya yang maksimal untuk dapat melakukan pemadaman," ucap Bambang.
Baca Juga:32 PWNU Sepakat Ingin Ada Perubahan, Minta Muktamar NU Digelar di JakartaHingga kini, proses pemadaman masih difokuskan di kawasan kaldera lereng Tengger yang memiliki medan ekstrem. Sementara itu, luas lahan yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan oleh petugas.
#jatim





Komentar (0)