Para ARMY baru-baru ini dibuat resah karena hilangnya video penampilan BTS dari situs resmi dan kanal YouTube Recording Academy.
Spekulasi pun bermunculan. Banyak yang menduga bahwa penghapusan video tersebut merupakan respons negatif pihak Grammy setelah BTS memutuskan tidak mendaftarkan karya mereka pada Grammy 2027.
Namun, Recording Academy buka suara. Kepada Korea JoongAng Daily, mereka menyebut penghapusan video tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan keputusan politik atau boikot.
Menurut mereka, hilangnya video tersebut murni dikarenakan masalah teknis terkait hak siar atau lisensi.
"Video penampilan BTS itu telah dihapus dari situs web Grammy dan YouTube bertahun-tahun yang lalu sebagai bagian dari berakhirnya masa lisensi," ungkap perwakilan Recording Academy.
Mereka menambahkan, ini jadi prosedur standar bagi seluruh penampil di panggung Grammy, di mana kontrak lisensi biasanya bersifat terbatas, umumnya hanya berlaku selama satu tahun atau bahkan kurang.
Dilihat di situs Grammy dan YouTube, jejak digital penampilan ikonik seperti Dynamite (2020) dan Butter (2021) memang sudah tidak ada lagi.
Klarifikasi ini muncul setelah BTS memastikan tidak mendaftarkan karya mereka untuk Grammy Awards 2027.
Di sisi lain, hubungan antara industri musik Asia dan Recording Academy memang tengah menjadi sorotan. Pada Juni lalu, Academy mengumumkan kategori baru yaitu Best Asian Pop Music Performance.
Bukannya disambut hangat, kategori ini justru memicu kritik dari penggemar K-pop dan pengamat musik. Banyak yang khawatir kategori ini justru akan menjadi 'kotak' yang membatasi artis Asia untuk bersaing di kategori utama.
Para kritikus berpendapat bahwa keberadaan kategori khusus ini berisiko membuat artis Asia sulit bersaing secara setara dengan musisi Barat dalam memperebutkan penghargaan prestisius seperti Album of the Year.






Komentar (0)