Gubernur Lampung Tegaskan Satelit Lampung-1 Harus Beri Manfaat Nyata bagi Pembangunan Daerah

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan keberhasilan kerja sama satelit antara Indonesia dan China tidak hanya diukur dari peluncuran satelit Lampung-1, tetapi dari pemanfaatan teknologi tersebut untuk mendukung pembangunan berbasis data dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Satelit Lampung-1 Diharapkan Perkuat Pembangunan Berbasis Data

Pernyataan itu disampaikan Rahmat Mirzani Djausal setelah peluncuran satelit Lampung-1 dari perairan lepas pantai Kota Haiyang, Provinsi Shandong, China, pada Rabu (5/8).

Lampung-1 merupakan satelit hiperspektral pertama yang digunakan Pemerintah Provinsi Lampung dan dikembangkan melalui kerja sama STAR.VISION, Universitas Wuhan, Pemerintah Provinsi Lampung, serta sejumlah institusi dari Indonesia dan China.

"Yang terpenting dari kerja sama ini bukan peluncuran roketnya, tetapi bagaimana data satelit ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan di Provinsi Lampung. Dengan data yang lebih akurat dan berkualitas, berbagai kebijakan dapat disusun secara lebih presisi," ungkap Mirza.

Ia mengatakan Lampung-1 memiliki nilai historis dan strategis karena menjadi langkah awal pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendorong transformasi ekonomi serta pembangunan daerah.

Menurutnya, teknologi hiperspektral pada satelit tersebut dapat menghasilkan data yang lebih akurat untuk memproyeksikan produksi pertanian sehingga mendukung pengambilan kebijakan, meningkatkan produktivitas petani, dan memperkuat pelaku usaha lokal.

"Teknologi ini diharapkan tidak hanya memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani dan pelaku usaha lokal," ujarnya.

Buka Peluang Kerja Sama dan Pengembangan SDM

Selain sektor pertanian, Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan kemampuan pencitraan hiperspektral Lampung-1 juga dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sumber daya kelautan, pemantauan lingkungan, tata ruang, hingga mitigasi bencana.

Ia menilai kerja sama antariksa dengan China membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang teknologi, agribisnis, perdagangan, energi, perikanan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Mirza mengungkapkan Pemerintah Provinsi Lampung tengah menyiapkan program pengiriman sekitar 100 pemuda ke China untuk mengikuti pelatihan di bidang penginderaan jauh dan sistem komunikasi satelit.

"Kami berharap pada masa depan Lampung mampu mengoperasikan satelit, mengolah data, dan melakukan analisis spasial secara mandiri dengan dukungan sumber daya manusia yang terus kami kembangkan," katanya.

Ia berharap proyek Lampung-1 menjadi awal dari semakin banyak kerja sama antara Lampung dan China, khususnya dalam bidang teknologi serta pengembangan sumber daya manusia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Siap Bikin Rumah Lebih Estetik, IGHE 2026 Bawa Tren Home Living Dunia ke Jakarta
• 6 jam lalu
0
thumb
WN Portugal Ngamuk dan Lempar Penumpang Lain di Bandara Ngurah Rai, Bali
• 3 jam lalu
0
thumb
PBB Peringatkan ISIS Tetap Tangguh dan Beradaptasi dengan Teknologi Baru
• 9 jam lalu
0
thumb
DJP Tunda Pungutan Pajak Marketplace hingga November 2026
• 10 jam lalu
0
thumb
Pro Kontra Langkah Hukum Febrie Adriansyah, Ajukan Permohonan Praperadilan | PARASOT
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.