Gus Yahya Ungkap 5 Pilar Mabadi Khaira Ummah, Kejujuran Nomor Satu

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf meluncurkan Saadatuna sebagai syarah atau penjelasan atas Mabadi Khaira Ummah (prinsip-prinsip umat terbaik) di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Dalam peluncuran tersebut, Gus Yahya menjelaskan lima prinsip dasar Mabadi Khaira Ummah yang digagas KH Mahfudz Shiddiq sebagai landasan membangun umat terbaik.

BACA JUGA: Prof Hanief Harapkan Muktamar Ke-35 NU Pilih Calon Pimpinan PBNU Berprestasi dan Punya Program Terbaik

Prinsip pertama ialah ash-shidqu atau kejujuran. Menurut Gus Yahya, kejujuran menjadi fondasi utama karena hubungan apa pun tidak akan bertahan tanpa sikap jujur.

"Sebelum segala sesuatu, nomor satu itu kejujuran. Makanya KH Mahfudz Shiddiq menempatkan as-Shidqu paling dulu," kata Gus Yahya dalam keterangan yang diterima JPNN.com, Kamis (6/8).

BACA JUGA: Hakim MK Nilai Tak Masuk Akal Kompensasi Delay Pesawat Cuma Kue & Rp 300 Ribu

Dia menambahkan, tantangan saat ini adalah memastikan orang yang benar-benar jujur tetap memperoleh kepercayaan meski tidak selalu tampak di permukaan.

Prinsip kedua adalah al-amanah wal wafa bil ahdi atau amanah dan menepati janji. Gus Yahya menegaskan data warga NU merupakan amanah yang tidak boleh diperjualbelikan maupun dimanfaatkan untuk kepentingan lain, termasuk politik.

BACA JUGA: 60 Persen Saham Whoosh Bakal Dikelola SMV Fiskal

"Data warga ini amanah, bukan milik pengurus. Jadi tidak bisa diperjualbelikan dan tidak bisa dipinjam untuk politik atau apa," ujarnya.

Karena itu, PBNU membangun sistem teknologi yang menjamin keamanan data warga serta memastikan pemanfaatannya hanya untuk kemaslahatan.

Prinsip ketiga ialah al-adalah atau keadilan. Menurutnya, seluruh pengurus dan warga NU di berbagai daerah harus memperoleh kesempatan dan fasilitas yang sama tanpa terkendala jarak.

"Apa yang didapatkan cabang di Jakarta juga harus bisa didapat oleh ranting di NTT atau MWC di Papua," katanya.

Prinsip keempat adalah al-istiqamah atau konsistensi. Gus Yahya menilai pembangunan organisasi tidak boleh berhenti dalam satu periode kepengurusan, melainkan harus berkesinambungan.

"Yang diharapkan istikamah itu bukan cuma kita sebagai pribadi, jamiyah ini juga harus istiqamah," ucapnya.

Dia mengatakan periode kepengurusan saat ini baru meletakkan fondasi sehingga perlu kesinambungan agar program tidak mangkrak dan dapat diselesaikan sesuai desain yang telah disusun.

Prinsip terakhir ialah taawun atau tolong-menolong dalam kebaikan. Gus Yahya menegaskan taawun merupakan watak warga NU yang perlu diperkuat melalui sistem yang mampu mempertemukan pihak yang membutuhkan bantuan dengan mereka yang siap menolong secara cepat.

"Yang perlu dilakukan organisasi adalah membangun alat supaya yang butuh pertolongan dan yang bisa menolong tersambung sehingga mereka bisa bertemu hari itu juga," pungkasnya.(Kkp/JPNN)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNN Hadiri Kuliah Umum Nasional di Universitas Majalengka
• 1 jam lalu
0
thumb
Terminal Baranangsiang Bogor Tak Kunjung Direvitalisasi, Pemkot Minta Aset Dikembalikan
• 2 jam lalu
0
thumb
Sukses Road Trip Jawa-Bali, VinFast VF MPV 7 Pupuskan Range Anxiety
• 22 jam lalu
0
thumb
Madrid Tolak Berikan Gaji Sama dengan Mbappe kepada Vinicius, Tawaran Akhir Rp495 Miliar
• 17 jam lalu
0
thumb
Kebiasaan Keramas yang Memicu Rambut Jadi Ketombean
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.