Google Rombak Divisi AI usai Eksodus Peneliti Senior

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Google merombak kepemimpinan di laboratorium kecerdasan buatan (AI) DeepMind menyusul eksodus sejumlah insinyur senior.

Google Rombak Divisi AI usai Eksodus Peneliti Senior.

IDXChannel - Google merombak kepemimpinan di laboratorium kecerdasan buatan (AI) DeepMind menyusul eksodus sejumlah insinyur senior.

CEO DeepMind Demis Hassabis akan bergeser menjadi chairman laboratorium itu dan kepala peneliti Alphabet, induk Google.

Baca Juga:
Google Luncurkan Fitur Login dengan Video Biometrik, Begini Cara Kerjanya

"Saya telah memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk menyerahkan tanggung jawab operasional sehari-hari saya di (Google DeepMind), sehingga saya memiliki waktu dan ruang untuk fokus pada gambaran besar," kata Hassabis dalam sebuah unggahan di media sosial, dilansie dari AFP pada Kamis (6/8/2026).

"Perubahan ini akan memungkinkan saya untuk fokus pada strategi jangka panjang dan mempercepat terobosan ilmiah, termasuk memajukan pekerjaan saya di Isomorphic untuk membantu menyembuhkan penyakit," kata Hassabis dalam sebuah unggahan di media sosial.

Baca Juga:
Terungkap, Google Miliki Saham SpaceX Senilai Rp1.690 Triliun

Isomorphic Labs adalah laboratorium penemuan obat berbasis AI yang memisahkan diri dari DeepMind pada 2021. Pada 2024, Hassabis memenangkan Hadiah Nobel dalam bidang kimia.

Hassabis ikut mendirikan DeepMind pada 2010. Empat tahun kemudian, Google membeli laboratorium riset tersebut seharga USD650 juta.

Baca Juga:
Waspada Penipuan, Polisi Pastikan Google Meet Penggerebekan Narkoba Adalah Scam

Kepala teknologi dan kepala arsitek AI DeepMind, Koray Kavukcuoglu, akan menjadi wakil presiden senior divisi tersebut. Dia akan mengawasi operasi laboratorium itu, termasuk pengembangan model AI Gemini.

Banyak pihak menantikan peluncuran model AI Gemini 3.5 Pro, yang seharusnya diluncurkan pada Juni tetapi kemudian ditunda.

Perubahan kepemimpinan ini terjadi di tengah eksodus besar-besaran di Google.

Kepala peneliti Google, Jeff Dean, meninggalkan perusahaan setelah hampir tiga dekade bekerja untuk raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) itu.

"Dia ingin mencoba sesuatu yang baru, dan kami senang mendukungnya dalam hal itu," kata CEO Google Sundar Pichair dalam sebuah postingan blog.

Pada Juni, seorang eksekutif AI senior, Noam Shazeer, pindah ke OpenAI, sementara peneliti senior John Jumper, yang berbagi Hadiah Nobel Kimia dengan Hassabis, pindah ke Anthropic. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenkeu Siapkan Bantuan Rp22,5 T untuk Daerah, Tutup Kekurangan Gaji ASN dan PPPK
• 7 jam lalu
0
thumb
Menteri LH Apresiasi Pemanfaatan Gas Metan dan Pengelolaan Lindi di TPA Tamangapa
• 16 jam lalu
0
thumb
Laba Pengelola RS Hermina (HEAL) Anlok 14%, Ini Alasannya
• 12 jam lalu
0
thumb
Dishub DKI Buka Call Center Darurat untuk Pengendara, Catat Nomornya!
• 23 jam lalu
0
thumb
Pertemuan Darurat Al-Aqsa di Yordania Ajak Media Sebarkan Kejahatan Zionis Israel
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.