BEKASI, KOMPAS.com – Air Kali Bekasi dan Kali Medan Satria di Kota Bekasi berubah menjadi hitam pekat. Di sejumlah titik, permukaan sungai dipenuhi busa putih yang mengikuti arus, sementara bau menyengat tercium dari sekitar bantaran sungai.
Kondisi tersebut telah dikeluhkan warga selama beberapa bulan terakhir. Selain mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, pencemaran ini juga berdampak terhadap penyediaan air bersih karena Kali Bekasi menjadi salah satu sumber air baku Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi.
Pantauan Kompas.com di sekitar Jembatan M Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (5/8/2026), menunjukkan kondisi air Kali Bekasi tampak hitam pekat.
Baca juga: DPRD Minta Wali Kota Bawa Kasus Pencemaran Kali Bekasi ke Pemprov Jabar
Busa putih terlihat mengambang di sejumlah titik permukaan air, sementara aroma tidak sedap tercium dari tepi sungai.
Kondisi serupa terlihat di Kali Medan Satria. Warna air berubah gelap dengan aliran yang relatif tenang. Sampah dan tanaman liar tampak mengapung di permukaan sungai, sedangkan permukiman warga berada hanya beberapa meter dari bibir kali.
Warga Khawatir Dampak Pencemaran
Perubahan kondisi sungai mulai dirasakan warga dalam beberapa waktu terakhir.
Heri (55), warga yang tinggal di sekitar Kali Medan Satria, mengatakan warna air sungai perlahan berubah dari kecokelatan menjadi hitam pekat.
"Awalnya enggak separah sekarang, tapi lama-lama airnya makin hitam," ujar Heri kepada Kompas.com, Rabu.
Selain perubahan warna, bau menyengat menjadi persoalan yang paling mengganggu bagi warga.
"Kalau lagi duduk di luar rumah atau buka pintu, baunya masuk. Jadi enggak nyaman," katanya.
Heri mengaku khawatir kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan warga, terutama anak-anak yang masih sering bermain di sekitar sungai.
Baca juga: DLH Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Kali Bekasi
"Namanya anak-anak kadang susah dilarang. Itu yang bikin kami waswas," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Ernah (35). Ia menyebut kondisi Kali Medan Satria terus memburuk dalam dua hingga tiga bulan terakhir.
"Awalnya saya kira cuma sementara, tapi sampai sekarang airnya tetap hitam," kata Ernah.
Komentar (0)