Kesedihan Yestin Laia, ibu dari Winda Lorenza Gowasa, mantan istri polisi berpangkat Brigadir ISH, tak terbendung melihat putrinya terbujur kaki di peti mati di rumah duka mereka di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (5/8).
Sebelumnya, Polrestabes Medan menyebut Winda tewas bunuh diri menggunakan pistol milik mantan suaminya yang merupakan mantan polisi.
Tampak rumah orang tua Winda dipenuhi kerabat yang datang sejak pagi hari. Mereka terus saling menguatkan atas kematian Winda yang dinilai terlalu cepat.
"Kasih tahu lah samaku. Bapak pakai hati kalian ya. Ciptaan Tuhan, ciptaan kita, apa yang sebenarnya bapak beritakan. Tolonglah, oooo Yesus. Seorang ibu kehilangan anaknya," kata Yestin.
Sesekali Ibu Winda tampak mengelus wajah putrinya dalam peti mati itu.
Air mata terus bercucuran membasahi pipinya. Wajahnya tampak memendam luka teramat dalam. Rasa hilang yang panjang.
Respons Polisikumparan telah mengkonfirmasi sejumlah kejanggalan yang ditemukan keluarga Winda ke Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak. Ia mengatakan autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan.
"Sudah dilakukan autopsi," kata Calvijn saat dikonfirmasi, Rabu (5/8).
Polrestabes Medan Pastikan Mantan Istri Polisi Meninggal Bukan Korban PembunuhanSebelumnya, Polrestabes Medan memastikan tewasnya wanita bernama Winda atau WLG di rumahnya di Medan Helvetia, Kota Medan, merupakan kasus bunuh diri. Winda mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api milik mantan suaminya, yang merupakan anggota polisi berpangkat brigadir berinisial ISH.
Hal tersebut diungkapkan setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis. Di dalam kamar mandi tersebut ditemukan senjata api dan hasil autopsi pada korban ditemukan residu di tubuh korban.
"Tim Inafis sudah melakukan tindakan pertama TKP dan olah TKP dengan hasil bahwa betul ada senjata api di dalam (kamar mandi) dan ada perlukaan di korban, dikuatkan dengan hasil Labfor. Dikuatkan dengan hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter autopsi bahwa adanya sisa residu di jari, tangan, badan, baju milik korban," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat ditemui di Polrestabes Medan, Selasa (4/8).
Calvijn menuturkan, tim identifikasi dan Laboratorium Forensik (Labfor) melakukan swab (pengambilan sampel) pada jari tangan di tubuh ISH tidak ditemukan sisa residu.






Komentar (0)