Inun (86) bertelanjang kaki berjalan menapaki lorong berlantai beton. Di atasnya bentangan kain Merah Putih tersibak angin. Kampung Peundeuy Timur, Desa Karangsatu, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah bersolek. Bentangan kain Merah Putih sepanjang 500 meter menegaskan semangat warganya untuk memeriahkan HUT Ke-81 Republik Indonesia (RI).
Proyek pembuatan hiasan kampung itu dilakukan secara gotong royong. Untuk kebutuhan bambu, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat, H Syarim, menyumbang 140 batang. Sementara untuk kebutuhan lainnya disiapkan dari hasil iuran warga seikhasnya. ”Nanti 17-an ramai lagi, banyak hiburan di lapangan,” kata Inun.
Hasil iuran warga mencapai Rp 25 juta. Uang itu kemudian digunakan untuk pengadaan 20 rol kain, tambahan batang bambu penyangga, lampu hias, serta kebutuhan lainnya. Sementara untuk pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh warga. Mereka dikoordinasi oleh Gembul Jaya, sebuah organisasi pemuda setempat yang berdiri sejak Juni 2026.
Dedi Iskandar, Wakil Ketua Gembul Jaya, mengatakan, ide tersebut datang dari Ketua, Berlin. Selama dua bulan warga yang dikoordinasi oleh Gembul Jaya mengerjakan hajatan ini. Mereka berharap rasa kekeluargaan antarwarga semakin kompak dengan adanya hiasan di kampung.
Embusan angin kencang menjadi salah satu kendala dalam proyek hajatan ini. Angin yang kencang dapat membuat kain yang diikat terlepas kembali.
Anak-anak, pelajar, dan warga silih berganti melintasi lorong di bawah bentangan kain tersebut. Angin sepoi dari areal persawahan membuat betah berlama-lama. Penjual makanan keliling melewati lorong dan menghentikan laju kendaraan. Warga mendekat, jajan, dan berkerumun dan bercengkerama di bawah bentangan kain.






Komentar (0)