Harga Minyak Beragam, Pasar Cermati Prospek Damai AS-Iran dan Selat Hormuz

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia ditutup bergerak beragam pada perdagangan Rabu (5/8/2026), di tengah harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Harga Minyak Beragam, Pasar Cermati Prospek Damai AS-Iran dan Selat Hormuz. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak dunia ditutup bergerak beragam pada perdagangan Rabu (5/8/2026), di tengah harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz serta aliran pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Kontrak minyak mentah Brent ditutup naik tipis 0,11 persen menjadi USD79,45 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,73 persen ke USD75,22 per barel.

Baca Juga:
Tekan Defisit Dagang Sektor Migas, Penggunaan B50 Bakal Dioptimalkan

Melansir dari Reuters, Presiden AS Donald Trump mengatakan telah terjadi negosiasi ‘sepanjang hari’ dengan Iran pada Selasa.

Ia menggambarkan pembicaraan tersebut berlangsung positif, namun tetap mengancam akan mengambil tindakan ‘sangat keras’ terhadap Teheran jika kesepakatan gagal dicapai.

Baca Juga:
Penjualan Domestik Topang Prospek Saham Consumer Staples

Di sisi lain, Iran membantah adanya pembicaraan damai. Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu menyatakan Iran dan Oman telah mencapai kesepahaman mengenai pengelolaan Selat Hormuz, sementara pengumuman bersama masih dalam tahap finalisasi.

Sebelum perang pecah pada akhir Februari, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga:
Trisula (BELL) Raih Penjualan Rp330 Miliar di Semester I-2026

Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, mengatakan pasar tetap optimistis namun berhati-hati terhadap perkembangan tersebut.

"Kesepakatan ini tampaknya sama rapuhnya dengan kesepakatan-kesepakatan sebelumnya, dan seperti yang kita ketahui, tidak ada yang bertahan lama," ujarnya.

Sebelumnya, laporan mengenai kemajuan upaya mengakhiri perang telah menekan harga minyak hingga 5 persen pada Selasa, dengan Brent ditutup di bawah USD80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli.

Analis IG dalam risetnya menyebut hambatan utama masih berkaitan dengan apakah Iran tetap bersikeras mempertahankan tingkat kendali tertentu atas Selat Hormuz, serta apakah AS akan tetap pada posisinya dan menolak tuntutan tersebut.

Dari sisi fundamental, kenaikan persediaan minyak mentah AS turut membebani harga setelah kilang mengurangi tingkat pengolahan, disertai sedikit peningkatan impor.

Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), stok minyak mentah AS naik 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel pada pekan lalu.

Angka tersebut berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sebesar 1,5 juta barel.

Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow, mengatakan kontrak WTI mendapat tekanan lebih besar karena persediaan minyak di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, meningkat melebihi perkiraan pasar pada pekan lalu.

Meski demikian, pelemahan harga minyak tertahan oleh meningkatnya risiko gangguan pelayaran di Laut Merah.

Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker minyak Arab Saudi di dekat Yanbu, salah satu pelabuhan utama ekspor minyak mentah Arab Saudi. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Presiden Iran Aku Sulit Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi
• 5 jam lalu
0
thumb
Langkah ETF Emas Meluncur Pekan Depan, Pegadaian Kantongi Identitas Efek Pertama
• 9 jam lalu
0
thumb
JK Respons Unggahan Medsos soal Demo Raksasa Agustus: Menakutkan Masyarakat
• 4 jam lalu
0
thumb
Sebagian Kawasan Bromo Kebakaran, Jalur Wisata Ditutup Sementara, Ini Proses Penanganannya
• 8 jam lalu
0
thumb
Menkes dan BGN Duduk Bareng Ahli Gizi, Bahas Perbaikan MBG
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.