Analisis BMKG soal Gempa M 5,2 di Pangandaran Terasa hingga Sukabumi

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 5,2 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat getaran gempa Pangandaran ini terasa hingga Sukabumi.

BMKG menyebut gempa ini terjadi pada pukul 21.55 WIB, Rabu (5/8). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,2 pada kedalaman 14 kilometer.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.17° LS; 107.86° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 87 Km arah barat daya Pangandaran, Jawa Barat. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangannya.

Baca juga: Gempa M 5,3 Terjadi di Pangandaran

Dia mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang berpusat di Pangandaran ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas di sesar aktif.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique-thrust fault)," ucapnya.

Berdasarkan laporan BMKG, gempa bumi ini dirasakan dengan skala III MMI di Kabupaten Bandung, Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Kecamatan Nagrak, dan Solokanjeruk. Skala II-III MMI di Soreang, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Pangalengan, dan Ciwidey.

Kemudian skala II MMI di Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Pelabuhan Ratu. Skala II MMI artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga pukul 22.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo M 2,2. BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada masyarakat.

BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

Baca juga: Hujan Buatan Jadi Harapan Saat Kemarau Berkepanjangan




(fas/fas)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kinerja KPK semester I-2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Tukang Piscok Gay Pelaku Mutilasi di Depok Blak-blakan: Jasad Dipotong karena Susah Dibawa
• 2 jam lalu
0
thumb
DPRD DKI: Jadi Ancaman, TPS Liar Harus Ditangani Serius!
• 15 jam lalu
0
thumb
Menkeu Tegaskan Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen, Bantah Isu Batas Fiskal Dihapus
• 7 jam lalu
0
thumb
BPS Catat Prospek Manufaktur Meningkat pada Triwulan II 2026, Produksi dan Permintaan Masuk Zona Ekspansi
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.