Menkeu Tegaskan Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen, Bantah Isu Batas Fiskal Dihapus

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTA di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/7). (Sumber: Kementerian Keuangan )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut pemerintah akan menghapus batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. 

Purbaya mengaku baru mendengar isu tersebut saat ditanya wartawan. Ia menegaskan tidak ada rencana pemerintah menghapus ketentuan batas defisit APBN.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ambil Alih Utang Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh dari Danantara

"Saya saja baru dengar. Tidak ada niat seperti itu," kata Purbaya dalam konferensi pers di Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

"Presiden sangat tegas menjalankan kebijakan fiskal sesuai prinsip kehati-hatian. Tahun depan juga tetap di bawah 3 persen." 

Pernyataan tersebut sekaligus merespons spekulasi yang beredar mengenai kemungkinan pemerintah menghapus batas defisit APBN sebesar 3 persen.

Baca Juga: BPS Klaim Tingkat Pengangguran Mei 2026 Turun Jadi 4,65 Persen, Terendah dalam 32 Tahun

Purbaya memastikan kebijakan fiskal pemerintah tetap mengedepankan kredibilitas dan keberlanjutan pengelolaan keuangan negara.

Komitmen menjaga defisit di bawah 3 persen, lanjutnya, juga untuk mempertahankan kepercayaan pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia dan memastikan ruang APBN tetap terjaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Penulis : Dina Karina Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • aturan defisit apbn
  • uu apbn
  • batas fiskal dihapus
  • aturan defisit fiskal
  • apbn 2027
  • purbaya yudhi sadewa
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bibit Siklon 94W Diprakirakan Berangsur Melemah, Ini Penjelasan BMKG
• 13 jam lalu
0
thumb
Catat Jadwal Pembagian Dividen Interim MARK Rp76 Miliar
• 4 jam lalu
0
thumb
Video Demo Lama Kembali Beredar, Menko Polkam Minta Penyebar Hoaks Berhenti
• 5 jam lalu
0
thumb
Daftar Orang Terkaya RI versi Terbaru Forbes, Low Tuck Kwong Geser Prajogo
• 9 jam lalu
0
thumb
BPS: Perlambatan manufaktur dipicu kontraksi batu bara dan pengilangan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.