BRI Menyambut Positif Penempatan Dana SAL untuk Perkuat Likuiditas Perbankan dan Pembiayaan Sektor Riil

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyambut positif langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang dinilai mampu menjaga stabilitas likuiditas sistem perbankan sekaligus memperkuat fungsi intermediasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dukungan terhadap Pengelolaan Kas Negara

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan instrumen pengelolaan kas negara seperti penempatan dana SAL memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas sistem keuangan.

Ia mengungkapkan, "BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan, sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian."

Hery menjelaskan likuiditas yang terjaga merupakan prasyarat penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit yang sehat kepada sektor-sektor produktif.

Ia menambahkan dukungan likuiditas yang memadai memberikan ruang lebih besar bagi perbankan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha dengan tetap menjaga kualitas aset dan menerapkan manajemen risiko.

Fokus Perkuat Kredit Berkualitas

Hery mengatakan, "Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil, termasuk kepada UMKM, yang memiliki dampak ekonomi tinggi."

BRI menyatakan tambahan likuiditas akan dimanfaatkan untuk memperkuat penyaluran kredit berkualitas dengan prioritas kepada sektor riil, terutama UMKM.

Menurut perseroan, fokus pada pembiayaan produktif diharapkan mampu menciptakan efek berganda berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI akan terus mengarahkan ekspansi kredit kepada sektor-sektor penggerak utama perekonomian nasional, termasuk UMKM, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta sektor produktif lainnya.

Hingga akhir triwulan I-2026, total kredit yang disalurkan BRI mencapai Rp1.562 triliun.

Dari jumlah tersebut, penyaluran kredit kepada segmen UMKM mencapai Rp1.211 triliun sehingga tetap menjadi pilar utama dalam portofolio kredit perseroan.

Sinergi Fiskal dan Perbankan

BRI memandang sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di tengah dinamika ekonomi global.

Perseroan menegaskan akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat kapasitas pembiayaan bagi sektor riil.

Hery mengatakan, "BRI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan."

Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent, BRI menegaskan akan terus memperbesar kontribusinya sebagai agen pembangunan melalui penyaluran kredit berkualitas, perluasan inklusi keuangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PBB Laporkan Serangan Israel Terus Menekan Sektor Pendidikan di Gaza dan Tepi Barat
• 8 jam lalu
0
thumb
Ramai Dinding Kawah Kelimutu Longsor, PVMBG: Pelapukan, Status Tetap Normal
• 9 jam lalu
0
thumb
Belum Terlacak Radar Timnas Indonesia, Gelandang Berdarah Yogyakarta Ini Laris Manis di Liga Belanda
• 12 jam lalu
0
thumb
Respons Telkom (TLKM) setelah Anak Usaha Data Center MNDG Dinyatakan Pailit
• 13 jam lalu
0
thumb
Venus Williams Kembali Berduet dengan Alex Eala pada WTA 1000 Toronto
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.