Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan longsor yang terjadi di tebing pembatas antara Kawah I (Tiwu Ata Polo) dan Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, tidak berkaitan dengan peningkatan aktivitas vulkanik.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan setelah beredarnya video dari pengunjung, longsor terjadi pada sebagian dinding sisi selatan yang memisahkan kedua kawah.
"Hal ini kemungkinan disebabkan oleh pelapukan dan rekahan yang menyebabkan ketidakstabilan dinding tersebut," kata Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya, Rabu (5/8).
PVMBG menyebut hingga saat ini tidak ditemukan perubahan signifikan pada aktivitas Gunung Kelimutu. Hasil pemantauan visual maupun instrumental menunjukkan kondisi kegempaan, warna air kawah, dan suhu kawah masih berada dalam kondisi normal.
"Pengamatan visual dan instrumental hingga 5 Agustus 2026 tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan dari aktivitas kegempaan, warna maupun suhu kawah," ucap Lana.
Gunung Kelimutu yang memiliki ketinggian 1.384,5 meter di atas permukaan laut saat ini masih berstatus Level I (Normal).
Pengunjung Diminta Tidak Melewati Pagar PembatasMeski status gunung masih normal, PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tetap mematuhi aturan keselamatan selama berada di kawasan wisata Kelimutu.
Pengunjung diminta tidak melewati pagar pembatas, tidak mendekati bibir kawah maupun area keluarnya gas, serta tidak bermalam di kawasan kawah guna menghindari potensi paparan gas beracun.
PVMBG juga meminta Pemerintah Kabupaten Ende dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Kelimutu di Desa Waturaka serta Badan Geologi untuk memantau perkembangan kondisi gunung.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi terkait aktivitas Gunung Kelimutu dapat diperoleh melalui aplikasi MAGMA Indonesia maupun laman resmi Badan Geologi.
PVMBG menegaskan, evaluasi aktivitas Gunung Kelimutu akan terus dilakukan secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan kondisi yang signifikan.






Komentar (0)