Misteri Kematian Sutrimo, Pitra Romadoni Sebut Banyak Kejanggalan

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Misteri Kematian Sutrimo, Pitra Romadoni Sebut Banyak KejanggalanNasional | sindonews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:58Dengarkan Berita

Presiden Petisi Ahli Pitra Romadoni menyebut kematian Sutrimo, sosok yang disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, penuh kejanggalan. Menurutnya, sebelum meninggal dunia, Sutrimo sempat mengeluhkan situasi yang tengah dihadapinya kepada kerabat.

Pitra menjelaskan, Sutrimo telah pulang ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah, sekitar sepekan sebelum meninggal dunia. Dalam kesempatan itu, Sutrimo disebut sempat mencurahkan kegelisahannya kepada kerabat.

Baca juga: Hermawan Sulistyo Yakin Kematian Sutrimo karena Terbunuh

Baca Juga:Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya

"Kematian dari Sutrimo ini sangat janggal sekali. Janggalnya yang pertama, yang bersangkutan ini sudah pulang ke Jawa, Banyumas. Satu minggu sebelum dia meninggal dunia itu dia sudah pulang. Kegelisahan dia, dia sampaikan ke kerabatnya bahwasannya pimpinan saya lagi bermasalah dan sudah banyak teman-temannya yang ditangkap-tangkapin," ujar Pitra dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Rabu (5/8/2026).

Pitra mengaku mendapat informasi bahwa setelah berada di Banyumas, Sutrimo diminta kembali ke Jakarta oleh sosok yang hingga kini masih misterius. Menurutnya, Sutrimo bahkan dibekali uang sebesar Rp5 juta untuk kembali ke ibu kota.

"Diberikanlah uang Rp5 juta disuruh balik ke Jakarta. Karena dia sebagai Karumga, dia memiliki kewajiban sebagai kepala rumah tangga yang bersangkutan dia balik nih," lanjut dia.

Baca juga: Polisi Bakal Bongkar HP Sutrimo untuk Ungkap Penyebab Kematiannya

Setelah kembali ke Jakarta, Sutrimo kemudian ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pitra menilai kondisi tersebut janggal karena, menurut informasi yang diterimanya, Sutrimo tidak memiliki riwayat penyakit.

"Dari awal dia tidak punya riwayat sakit, tiba-tiba dari mulutnya keluar busa," tutur dia.

Sejumlah kejanggalan itu, kata Pitra, menjadi alasan pihaknya mendorong pelaporan kepada polisi terkait dugaan kematian tidak wajar tersebut. Ia juga mengungkapkan adanya dorongan dari aktivis hak asasi manusia (HAM) dan aktivis sosial agar dilakukan ekshumasi.

Baca Juga:Jenderal Kopasuss Ini Nekat Minta Anak Buahnya Tembak Dirinya jika Gagal

"Artinya tidak hanya selesai di dalam pemeriksaan rumah sakit kemarin, tapi teman-teman ini menginginkan agar dilakukan ekhumasi," tandas dia.

#daerah

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapuspen: TNI Selidiki Dugaan Anggota Terlibat Tewasnya Pria di Palmerah
• 12 jam lalu
0
thumb
Potongan Kaki Korban Dibuang di Aliran Sungai, Alasan Pelaku Mutilasi Pria di Depok untuk Hilangkan Jejak
• 13 jam lalu
0
thumb
Bali, Ketika Piala Presiden Pulang ke Rumah yang Aman dan Nyaman
• 14 jam lalu
0
thumb
Horor! TikToker Meksiko Tewas Ditembak di Tengah Live Streaming
• 1 jam lalu
0
thumb
Dokter Alex Cristo Diduga Bunuh Diri, Depresi Terkait Pinjol
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.