Anak Diduga Tewas Tertembak Senpi Suami Polisi, Ibu di Medan Histeris Minta Presiden Prabowo Usut Kejanggalan

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Anak Diduga Tewas Tertembak Senpi Suami Polisi, Ibu di Medan Histeris Minta Presiden Prabowo Usut KejanggalanNasional | inews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:12Dengarkan Berita

MEDAN, iNews.id – Isak tangis dan suasana haru menyelimuti rumah duka Winda Lauren Gowasa di Jalan Rakyat, Kota Medan, Sumatra Utara. Ibu korban, Yestin Laila, tak kuasa menahan kesedihan dan menangis histeris meratapi jenazah putri kesayangannya yang terbujur kaku di dalam peti sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman umum.

Pihak keluarga menilai ada banyak kejanggalan dalam kematian Winda. Korban sebelumnya dikabarkan tewas diduga akibat bunuh diri menggunakan senjata api (senpi) milik suaminya yang merupakan seorang anggota kepolisian di Polsek Sunggal.

Riwayat KDRT dan Dugaan Penganiayaan

Sambil menangis histeris di samping peti jenazah sang anak, Yestin Laila mengungkapkan bahwa korban dan suaminya yang bertugas di Polsek Sunggal tersebut belum bercerai. Sebelum insiden tragis ini terjadi, menantunya sempat meminta izin agar Winda diperbolehkan kembali ke Medan untuk bertemu dengannya.

Yestin mengaku sempat berat hati memberi izin lantaran menyimpan rasa trauma mendalam atas dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang kerap dialami sang anak semasa hidup.

Baca Juga:Lantik Srikandi Jaga Desa, Hashim: Ketahanan Nasional Dibangun dari Desa!

"Saya sebenarnya berat melepaskan anak saya kembali ke Medan karena ada rasa trauma atas KDRT yang pernah dialaminya," ujar Yestin Laila, Rabu (5/8/2026).

Yestin meyakini bahwa putrinya tidak tewas karena mengakhiri hidupnya sendiri, melainkan diduga menjadi korban pembunuhan. Saat melihat kondisi fisik jenazah, keluarga menemukan indikasi luka yang tak wajar.

"Banyak hal yang janggal. Di tubuh anak saya terlihat banyak luka memar dan diduga dianiaya. Anak saya bukan bunuh diri, tapi diduga dibunuh," tegas Yestin.

Atas berbagai kejanggalan tersebut, Yestin menyampaikan permohonan terbuka kepada jajaran pimpinan tertinggi negara dan kepolisian agar kasus kematian anaknya diusut secara transparan, profesional, dan adil.

"Kami memohon kepada Presiden Prabowo Subianto, Vice President Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, hingga Kapolda Sumatra Utara untuk mengusut tuntas kematian anak saya yang sangat janggal ini," ucapnya penuh harap.

Baca Juga:Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki

Diberitakan sebelumnya, Winda Lauren ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, pada pekan lalu. Berdasarkan keterangan awal pihak kepolisian, korban diduga tewas akibat menembakkan senpi jenis revolver milik suaminya yang bertugas sebagai anggota Polri.

#sumut

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mendag Ungkap Penyebab Neraca Perdagangan RI Defisit Dua Bulan
• 6 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Kerap Terjadi di Gunung Bromo, Faktor Alam dan Manusia Jadi Penyebabnya
• 10 jam lalu
0
thumb
Pengakuan Pelaku Mutilasi Mayat dalam Karung di Depok
• 11 jam lalu
0
thumb
Kasatgas Tito Imbau 16 Kementerian/Lembaga Segera Eksekusi Rehab-Rekon Pascabencana Sumatra
• 7 jam lalu
0
thumb
DJP: E-Commerce Akan Kembalikan Pajak Pedagang yang Terlanjur Dipungut
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.