Grid.ID - Kronologi nenek dibunuh polisi masih menjadi perbincangan publik. Kejadian nahas ini terjadi di Deli Serdang.
Ya, seorang nenek berusia 70 tahun bernama Nurlis menjadi korban pembunuhan oleh seorang polisi. Pelaku, yakni Bripda RF merupakan tetangganya sendiri.
Kejadian itu diketahui terjadi pada Jumat (31/7/2026) lalu. Hingga kini, polisi masih menangani kasus yang melibatkan anggotanya ini.
Bripda RF sendiri merupakan polisi yang masih sangat muda. Ia diketahui berusia 23 tahun.
Dirinya baru lulus pada 2021 lalu. Saat ini, ia merupakan polisi yang aktif bertugas di Sabhara Polresta Deli Serdang.
Pada Januari 2027 mendatang dirinya akan diusulkan untuk naik pangkat menjadi Briptu. Kepala Dusun IV Desa Punden Rejo, Hariadi pun mengungkap sosok pelaku ini.
"RF ini masih lajang, bapaknya orang Lubuk Pakam aslinya tapi tinggal di Punden Rejo sudah lama termasuk korban juga sudah puluhan tahun tinggal di sini. Malam itu (malam kejadian) kata yang lihat CCTV, dia (RF) mondar mandir," ujarnya.
Lalu, bagaimana kronologi nenek dibunuh polisi ini? Dikutip dari KOMPAS.com pada Rabu (5/8/2026), awalnya pelaku datang ke rumah Nurlis pada dini hari pukul 02.00 WIB. Rumahnya hanya berjarak beberapa meter saja.
Nurlis yang tidak menaruh curiga pun mempersilakan pelaku masuk. Namun, pelaku langsung mengutarakan maksudnya untuk meminjam uang sebanyak Rp50 juta.
Nurlis yang tidak memiliki uang pun tidak bisa memberikan pinjaman. Namun, hal itu ternyata memicu amarah pelaku.
"Jadi pelaku itu ingin meminjam uang ke korban dan datang ke rumahnya jam 2 dini hari. Korban sudah mengenal pelaku dan diajak masuk. Pelaku ingin meminjam uang korban sebesar 50 juta," jelas Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana.
Karena hal itu, pelaku melakukan kekerasan dengan memukul korban. Korban pun sempat berteriak ketika mendapatkan kekerasan tersebut.
Hal itu membuat pelaku panik dan langsung menikam korban menggunakan pisau. Pisau itu sudah dibawa pelaku dari rumah.
"Ditikam karena kaget korban ini sempat berteriak. Panik makanya ditikam," jelasnya, dikutip dari Tribunnews pada Rabu (5/8/2026).
Karena tikaman itu, Nurlis pun langsung meninggal dunia di tempat. Sedangkan, perhiasannya raib dibawa kabur oleh pelaku.
Mengenai perhiasan yang hilang, diketahui pelaku membawa sepasang anting milik korban yang memiliki berat kurang lebih 2 gram. Anting tersebut diperkirakan memiliki harga Rp3 juta.
Mengenai motif nenek dibunuh polisi ini, pelaku diduga terlilit utang. Sehingga dirinya terdesak untuk segera melunasi utang tersebut.
Setelah melakukan pembunuhan terhadap tetangganya sendiri, pelaku pun sempat masuk dinas ke Polres Deli Serdang.
Hal ini membuat banyak orang tak menyangka bahwa dirinya pelaku pembunuhan tersebut. Bahkan, diketahui korban dan pelaku memiliki hubungan yang baik.
"Selama ini mereka berhubungan baik dan pelaku memanggil korban ini nenek," kata Hendria.
Polisi yang menerima laporan terkait pembunuhan tersebut pun langsung mendatangi lokasi. Penyidik pun berusaha memeriksa rekaman CCTV yang hanya ada di rumah milik pelaku.
Polisi pun mulai curiga lantaran CCTV yang mengarah ke rumah korban dalam kondisi rusak. Sedangkan, CCTV yang mengarah ke lokasi lain justru masih normal.
Pelaku pun akhirnya dimintai keterangan. Polisi semakin curiga lantaran gerak-gerik pelaku tampak tidak biasa.
Setelah diperiksa oleh tim Satreskrim Polresta Deli Serdang, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Penyidik pun telah mengumpukan bukti terkait kejadian tersebut. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)