Fore Buka Peluang Bagi Dividen pada 2027, Tunggu Saldo Laba Berbalik Positif

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) berencana membagikan dividen kepada pemegang saham pada 2027, seiring proyeksi saldo laba ditahan (retained earnings) yang diperkirakan berbalik positif.

Director of Strategy Fore Kopi Indonesia, Fahmi Rahmatullah mengatakan perseroan tetap berkomitmen memberikan dividen. Namun, realisasinya masih bergantung pada kondisi keuangan perusahaan, khususnya posisi saldo laba ditahan, serta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Komitmennya ada. Setelah retained earnings kami positif, pembagian dividen memungkinkan dilakukan. Namun, tetap bergantung pada persetujuan RUPS," ujar Fahmi di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Meski demikian, Fore memastikan belum dapat membagikan dividen pada tahun ini karena saldo laba ditahan masih berada di posisi negatif.

"Saat ini retained earnings kami masih negatif, sehingga kami belum bisa membagikan dividen," jelasnya.

Sebagai informasi, saat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO), Fore menyatakan komitmen untuk membagikan dividen tunai sekurang-kurangnya 40% dari laba bersih setelah pajak. Kebijakan tersebut akan dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan, ketentuan yang berlaku, serta persetujuan RUPS.

Baca Juga: Penjualan Tembus Rp1 Triliun, Laba Bersih Fore Kopi Naik 34% pada Semester I-2026

Baca Juga: Pendapatan Naik, Laba BUMI Tembus Rp1 Triliun di Semester I-2026

Baca Juga: Laba Gudang Garam (GGRM) Naik Pesat Jadi Rp2,98 Triliun, Meski Penjualan Turun

Kinerja Semester I-2026

Dari sisi kinerja, Fore mencatat hasil yang positif sepanjang semester I-2026. Perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp1 triliun, meningkat 52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih juga tumbuh 34% menjadi Rp56,5 miliar, dari Rp42 miliar pada semester I-2025.

Di sisi lain, ekspansi bisnis membuat beban operasional meningkat menjadi Rp539,8 miliar, dari Rp364,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Sedangkan posisi kas dan setara kas turun menjadi Rp447 miliar per akhir Juni 2026, dibandingkan Rp546 miliar pada akhir Desember 2025.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Bakal Tindak Tegas Penyebar Hoaks
• 5 jam lalu
0
thumb
Sarwendah atau Ruben Onsu yang Lebih Berpeluang Menangkan Hak Asuh Anak? Ini Penilaian 3 Praktisi Hukum
• 1 jam lalu
0
thumb
Banjir Sumbar Surut! Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana
• 17 jam lalu
0
thumb
Iran Tidak akan Biarkan AS Rebut Kendali Hormuz
• 20 jam lalu
0
thumb
BMKG Ungkap Penyebab El Nino 2026 Datang Lebih Cepat dan Berpotensi Sangat Kuat
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.