Menekan Biaya Operasional Truk Bukan Sekadar Hemat BBM

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Serpong, VIVA – Banyak perusahaan angkutan masih menganggap penghematan bahan bakar minyak atau BBM sebagai cara utama menekan biaya operasional truk. Padahal, pengeluaran terbesar justru bisa muncul ketika kendaraan mengalami kerusakan mendadak yang membuat armada berhenti beroperasi.

Dalam bisnis logistik maupun distribusi energi, satu unit truk yang tidak bisa beroperasi dapat memicu keterlambatan pengiriman, biaya perbaikan yang membengkak, hingga terganggunya jadwal distribusi. Karena itu, pelaku usaha kini mulai mengubah strategi dengan mengedepankan perawatan preventif dibanding menunggu komponen rusak.

Baca Juga :
5 SUV Bergaya Sporty yang Mencuri Perhatian di GIIAS 2026
Fitur Sederhana Ini Bisa Hemat Pemakaian BBM Mobil

Perubahan pendekatan tersebut juga didorong oleh meningkatnya aktivitas sektor transportasi dan pergudangan di Indonesia. Seiring tingginya mobilitas barang, perusahaan dituntut menjaga armada tetap siap jalan agar produktivitas tidak terganggu.

Salah satu langkah yang mulai banyak diterapkan adalah kontrak servis untuk penggantian komponen kritis sesuai jadwal perawatan pabrikan. Pendekatan ini bertujuan menjaga kondisi kendaraan tetap optimal sekaligus mengurangi risiko unplanned downtime yang dapat mengganggu operasional.

Strategi tersebut menjadi dasar kolaborasi Astra UD Trucks dengan PT Trans Migasindo melalui penandatanganan kontrak servis Maintenance Critical Parts (MCP) pada ajang GIIAS 2026. Kerja sama itu difokuskan pada pengelolaan komponen penting kendaraan menggunakan suku cadang asli, inspeksi berkala, serta dukungan teknis agar armada tangki tetap beroperasi secara aman dan andal.

Selain menjaga kondisi kendaraan, program tersebut juga dirancang untuk membantu perusahaan mengoptimalkan vehicle uptime dan menekan Total Cost of Ownership (TCO). Dengan perawatan yang lebih terencana, potensi kerusakan besar dapat diminimalkan sehingga biaya operasional menjadi lebih terkendali dalam jangka panjang.

President Director UD Trucks Indonesia, Johan Kleinsteuber, mengatakan bahwa keberhasilan pelanggan tidak hanya ditentukan oleh kualitas kendaraan, tetapi juga dukungan layanan yang memastikan armada siap digunakan setiap hari.

"Di UD Trucks, kami percaya bahwa keberhasilan pelanggan dimulai dari armada yang dapat diandalkan setiap hari. Program kontrak servis MCP ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang kami dalam memastikan pelanggan tidak hanya memperoleh kendaraan yang andal, tetapi juga dukungan layanan yang membantu meningkatkan produktivitas dan keberlangsungan operasional bisnis mereka," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Rabu 5 Agustus 2026.

Baca Juga :
Citra Pikap Sebagai Mobil Proyek Mulai Bergeser
Banjir Mobil Baru di GIIAS 2026
Ada yang Beda dari Isuzu D-Max di GIIAS 2026

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BPS Klaim Tingkat Pengangguran Mei 2026 Turun Jadi 4,65 Persen, Terendah dalam 32 Tahun
• 4 jam lalu
0
thumb
Kabar Baik! Harga Avtur Turun, Fuel Surcharge Pesawat Dipangkas Jadi Maksimal 30 Persen
• 51 menit lalu
0
thumb
Fadli Zon Siapkan 600 Cagar Budaya Baru hingga Bangun Museum Film, Musik, dan Rumah Proklamasi
• 7 jam lalu
0
thumb
238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Menhub: 5 Meninggal Dunia
• 20 jam lalu
0
thumb
BMKG: Sebagian besar Jakarta cerah pada Rabu pagi
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.