Danantara Ungkap BUMN yang Berpotensi IPO: Pegadaian hingga Pupuk Indonesia

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Chief of Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan beberapa BUMN yang berpotensi melantai di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO) usai tahapan penyederhanaan dan restrukturisasi selesai.

Dony mengatakan Danantara punya target yang berbeda untuk setiap tahunnya. Pada tahun pertama, Danantara melakukan penyederhanaan dan konsolidasi perusahaan pelat merah.

Kemudian pada tahun kedua, Danantara akan memasuki tahap pengembangan sumber daya manusia dan budaya korporasi. Kemudian pada tahun ketiga berkaitan dengan pengembangan inovasi dan teknologi.

"Tahun keempatnya baru kita nanti bicara mengenai value creation. Jadi mana akan kita strategic partnership, mana yang akan kita IPO, mana tetap tertutup. Nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan, arahannya tentu sebagai milik negara," ungkap Dony kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Rabu (5/8).

Dony yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) ini juga menuturkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ada beberapa BUMN yang fundamentalnya bagus berpotensi melantai di bursa saham.

"Untuk pertumbuhan ekonomi nanti kan IPO akan banyak. Supaya di dalam capital market kita juga semakin banyak perusahaan, dan banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus," tutur Dony.

"Contohnya masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu setiap market cap bagus untuk kita IPO," tambahnya.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap Danantara mendorong lebih banyak perusahaan BUMN masuk ke pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau IPO.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan kehadiran perusahaan BUMN di pasar modal berperan penting dalam meningkatkan kedalaman dan likuiditas bursa.

“Tadi kami kedatangan Danantara kami juga menyampaikan harapan agar dari state owned enterprise juga masuk ke capital market karena kita sadar bahwa di beberapa stock exchange yang besar,” ujar Nyoman Yetna kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Direktur PT ALS Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Muratara, 19 Orang Tewas
• 17 jam lalu
0
thumb
Perkembangan Dugaan Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan 3 Sprindik Baru
• 15 jam lalu
0
thumb
PGE Kejar Kapasitas 1 GW pada 2028, Siap Jadi Pemain Panas Bumi Terbesar Dunia
• 21 jam lalu
0
thumb
DPRD Minta Wali Kota Bawa Kasus Pencemaran Kali Bekasi ke Pemprov Jabar
• 5 jam lalu
0
thumb
Modus 3 Wanita Malaysia Selundupkan Narkoba Lewat Soetta
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.