PGE Kejar Kapasitas 1 GW pada 2028, Siap Jadi Pemain Panas Bumi Terbesar Dunia

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2038. Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan target tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai produsen listrik panas bumi terbesar di dunia pada 2030.

Ahmad mengatakan perusahaan telah menyiapkan peta jalan pengembangan yang sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang memberikan porsi besar bagi energi baru terbarukan (EBT), termasuk panas bumi.

Baca Juga
  • Gubernur Kaltara Gaet Investor di Apindo Expo 2026, Promosikan Hilirisasi dan Energi Hijau
  • PM Hungaria Peter Magyar Diuji Krisis Energi Terburuk, PLTN Paks Tinggal Satu Reaktor
  • Limbah Tapioka Disiapkan Jadi Energi, Lampung Bangun Ekonomi Hijau

"Saat ini kapasitas terpasang PGE sekitar 727 megawatt. Target kami menjadi perusahaan dengan kapasitas 1 gigawatt pada 2028 dan 1,8 gigawatt pada 2038. Potensi yang siap kami kembangkan sekitar 3 gigawatt," kata Ahmad dalam paparan kinerja semester I 2026 di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Ia mengatakan Indonesia memiliki sekitar 40 persen potensi panas bumi dunia sehingga memiliki peluang besar memperkuat ketahanan energi nasional melalui sumber energi domestik yang bersih dan berkelanjutan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ahmad menjelaskan pemerintah telah menetapkan pengembangan panas bumi sekitar 5,2 GW dalam RUPTL 2025-2034 sebagai bagian dari bauran pembangkit yang didominasi energi baru terbarukan.

Selain meningkatkan kapasitas pembangkit, PGE juga mulai mengembangkan bisnis di luar penjualan listrik untuk memaksimalkan nilai ekonomi sumber daya panas bumi. Salah satu proyek yang tengah disiapkan ialah pengembangan green hydrogen di lapangan Ulubelu, Lampung.

PGE menargetkan proyek percontohan tersebut mulai beroperasi pada November 2026 dengan kapasitas produksi sekitar 100 kilogram hidrogen hijau per hari. Menurut Ahmad, proyek tersebut menjadi langkah awal membangun ekosistem hidrogen nasional sebelum dikembangkan menjadi bisnis komersial dalam beberapa tahun mendatang.

"Kami melihat pasar hidrogen hijau akan terus berkembang. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan karena Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar," ujarnya.

Selain hidrogen hijau, PGE juga mengembangkan penyediaan energi hijau bagi pusat data (green data center), pemanfaatan langsung panas bumi (direct use), hingga teknologi FloW2Max yang telah dipasarkan ke enam negara.

Ia mengatakan diversifikasi tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan baru yang dapat memperkuat bisnis inti perusahaan di sektor panas bumi.

Tahun ini menjadi momentum penting bagi industri panas bumi Indonesia karena menandai 100 tahun pengeboran sumur panas bumi pertama di Kamojang, Garut. Sumur Kamojang-3 yang dibor pada 1926 masih mengeluarkan uap hingga kini dan menjadi tonggak sejarah pengembangan panas bumi nasional.

PGE memandang peringatan satu abad panas bumi bukan hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga kesempatan menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam pengembangan energi panas bumi di tingkat global.

Dalam paparannya, Ahmad Yani menilai panas bumi memiliki keunggulan dibandingkan sumber energi terbarukan lain karena mampu memasok listrik secara terus-menerus dengan capacity factor di atas 90 persen.

Sebagai pembangkit beban dasar (baseload), panas bumi dinilai mampu melengkapi pembangkit listrik tenaga surya yang produksinya bergantung pada kondisi cuaca.

"Geothermal dapat beroperasi 24 jam selama tujuh hari. Karena itu, panas bumi menjadi penopang yang sangat penting bagi pengembangan energi terbarukan lainnya," katanya.

Dari sisi keberlanjutan, Ahmad Yani menyebut pengembangan panas bumi memberikan tiga manfaat sekaligus, yakni memperkuat ketahanan energi, menjaga lingkungan melalui penyediaan energi bersih, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Ia mencontohkan operasi PGE di Kamojang yang telah berlangsung lebih dari empat dekade dan memperoleh 15 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) sebagai bentuk pengakuan atas pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, dari sisi operasional, PGE mencatat kinerja positif sepanjang semester I 2026. Ahmad Yani mengatakan produksi listrik mencapai sekitar 5.530 gigawatt jam (GWh) dengan tingkat availability pembangkit sebesar 99,15 persen.

Menurut dia, perusahaan juga menjaga fundamental keuangan tetap kuat melalui efisiensi operasional dan biaya pendanaan yang kompetitif sehingga siap mendukung pengembangan proyek-proyek baru, termasuk proyek yang dibiayai melalui skema green bond.

Ia menambahkan sejumlah proyek ekspansi yang telah memiliki perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) juga terus berjalan untuk mempercepat peningkatan kapasitas pembangkit menuju target perusahaan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) panas bumi dunia.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menhut pastikan perbaikan berkelanjutan ekosistem perdagangan karbon
• 6 jam lalu
0
thumb
Status Jaksa Febrie Adriansyah Diberhentikan Sementara
• 20 jam lalu
0
thumb
Sidang Banding Nadiem, Hakim Setujui Pemeriksaan Kembali Lima Saksi
• 1 jam lalu
0
thumb
Mayat Tak Utuh di Depok Dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk Identifikasi
• 19 jam lalu
0
thumb
Komnas Perempuan Masih Telaah Laporan Atlet Golf Jesslyn soal Perlakuan Keluarganya
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.