Kemenag dan BKKBN Perkuat Sinergi Cegah Stunting melalui Pendampingan Calon Pengantin dan Gerakan Ayah Teladan

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan stunting dari hulu melalui pendampingan calon pengantin serta pengembangan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang berbasis nilai-nilai keagamaan.

Abu Rokhmad selaku Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama mengatakan, "Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Kementerian Agama memiliki instrumen yang kuat melalui layanan bimbingan perkawinan, KUA, dan penyuluh agama untuk membangun kesadaran masyarakat sejak sebelum menikah."

Pendampingan Calon Pengantin Diperkuat

Abu Rokhmad menyambut baik inisiatif BKKBN dalam memperkuat kerja sama pembangunan keluarga Indonesia.

Kementerian Agama menyatakan siap memperkuat kolaborasi dengan BKKBN.

Abu Rokhmad menegaskan, "Pencegahan stunting tidak cukup dilakukan setelah anak lahir."

Ia mengungkapkan, "Pencegahan harus dimulai sejak pasangan mempersiapkan pernikahan."

Pendampingan calon pengantin telah menjadi bagian penting dari layanan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Kementerian Agama akan mempelajari usulan optimalisasi pemanfaatan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (ELSIMIL).

Kajian tersebut bertujuan agar aplikasi ELSIMIL dapat mendukung proses pendampingan calon pengantin yang telah berjalan.

Optimalisasi aplikasi dilakukan tanpa menambah beban administrasi yang tidak diperlukan.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopian Andusti mengatakan BKKBN memandang Kementerian Agama sebagai mitra strategis dalam membangun keluarga berkualitas sejak sebelum pernikahan.

BKKBN mengusulkan penguatan pendampingan calon pengantin melalui pemanfaatan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (ELSIMIL).

Penguatan pemanfaatan ELSIMIL diusulkan diterapkan di Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama, serta lembaga keagamaan.

Nopian Andusti mengatakan, "Kami berharap pendampingan calon pengantin melalui pemanfaatan aplikasi ELSIMIL dapat diperkuat di lingkungan Kementerian Agama, mulai dari Kanwil, Kankemenag Kabupaten/Kota, KUA, hingga lembaga keagamaan, sehingga setiap pasangan yang mendaftar nikah terdorong memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar pencegahan stunting sejak hulu."

Nilai Keagamaan Dinilai Strategis

Abu Rokhmad menilai pemanfaatan materi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam khutbah, ceramah, dan penyuluhan agama memiliki nilai strategis.

Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan oleh penyuluh agama dan tokoh agama dinilai efektif untuk memperkuat peran ayah dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan bertanggung jawab.

Abu Rokhmad mengatakan, "Nilai-nilai keagamaan memiliki kekuatan besar dalam membentuk perilaku masyarakat. Karena itu, pesan tentang pentingnya peran ayah dalam pengasuhan keluarga dapat disampaikan melalui berbagai media dakwah dan penyuluhan keagamaan."

Abu Rokhmad menilai sinergi antarkementerian menjadi kunci dalam menghadapi persoalan keluarga yang semakin kompleks.

Ia menegaskan setiap program yang dikembangkan harus saling menguatkan.

Program-program tersebut juga harus berorientasi pada peningkatan kualitas keluarga Indonesia secara berkelanjutan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Peringatan Dini Hujan dan Angin Kencang 6 Agustus, Wilayah Ini Diminta Waspada
• 4 jam lalu
0
thumb
Menteri PPN Sebut Pengembangan Singkong Berprospek Besar untuk Perkuat Ekonomi Nasional
• 6 jam lalu
0
thumb
Duduk Perkara Pria di Tangerang Dipaksa Masturbasi hingga Disiksa
• 12 jam lalu
0
thumb
Soal Oknum Nakes Bully Pasien, Kemenkes Minta Masyarakat Adukan ke KKI
• 4 jam lalu
0
thumb
Enam Buah Ini Direkomendasikan untuk Menjaga Kesehatan Usus dan Melancarkan Pencernaan
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.