Beauties, ketika kamu merasa benar-benar kesepian, ada banyak emosi yang berkecamuk di dalam diri. Kamu mungkin merasa tidak terkoneksi dengan orang lain, sedih, kecewa, hingga merasa dikucilkan. Di momen ini, kamu merasa sulit untuk lepas dari jerat emosi-emosi tersebut.
Kesepian adalah faktor kunci dalam semua jenis gangguan mental dan emosional. Di sisi lain, kesepian dapat membuat seseorang merasa sangat sendiri sehingga mereka akan merasa takut untuk mulai bersosialisasi. Mereka juga meyakini bahwa mereka tidak mampu menikmati momen kebersamaan orang lain. Padahal, terkoneksi adalah yang mereka butuhkan untuk bisa mengatasi rasa kesendirian dan emosi yang menyertainya.
Dalam sebuah studi pada 2015 yang diterbitkan di jurnal Cortex, para peneliti menemukan bahwa otak orang yang kesepian sebenarnya berbeda dari otak orang yang tidak kesepian. Menurut Psychology Today, ketika kita merasa terisolasi secara sosial, otak kita secara otomatis berubah ke mode mempertahankan diri, membuat kita lebih defensif dan agresif dalam menghadapi bahaya sosial.
Guy Winch, seorang psikolog New York dan penulis buku Emotional First Aid mengatakan bahwa orang yang kesepian akan bersikap terlalu defensif dan tampak acuh tak acuh, dingin, serta sulit didekati. Hal ini pada akhirnya hanya akan membuat mereka semakin jauh dari lingkungan sosial. Kesepian dapat menciptakan perilaku negatif yang terus berulang.






Komentar (0)