HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) memberikan pelatihan diversifikasi produk olahan kedelai kepada masyarakat Desa Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, pada 16 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan mengubah pola panen kedelai yang selama ini hanya dijual dalam bentuk biji mentah menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan ekonomi lokal.
Pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta tersebut menghadirkan demonstrasi langsung pembuatan berbagai produk pangan seperti susu kedelai, stik kedelai dari ampas kedelai, tempe, dan kripik tempe. Selain teknik produksi, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pengemasan produk, pengembangan usaha, serta pentingnya inovasi untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. Aminah, S.P., M.P., menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan meningkatkan hasil panen saja.
“Yang ingin kami bangun adalah kemampuan masyarakat menciptakan nilai tambah. Ketika hasil panen diolah menjadi produk siap konsumsi, maka nilai ekonominya meningkat dan peluang usaha baru pun terbuka,” jelasnya.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Tim Pengabdian menyerahkan bantuan peralatan produksi dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek kepada Kelompok Tani Siparingerrang dan Kelompok Tani Borongpaoe. Kepala Desa Leang-Leang, Syaharuddin, S.IP., M.M., mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat yang mampu memperkuat pengembangan potensi desa.
“Sinergi ini diharapkan membawa Desa Leang-Leang tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi kedelai, tetapi juga berkembang menjadi sentra agroindustri berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” beber Syaharuddin.
Sementara itu, pelatihan ini membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat dengan mengolah kedelai menjadi produk bernilai tambah, sehingga potensi desa dapat dimaksimalkan secara optimal. (*)






Komentar (0)