Rincian Dugaan Sistem Pengawasan PKT terhadap Warga Asing Terungkap, Nomor Kursi Kereta Api Pun Dapat  Diketahui

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Media luar negeri baru-baru ini mengungkap keberadaan sebuah platform yang disebut digunakan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk memantau warga negara asing. Menurut laporan tersebut, melalui kamera pengawas, teknologi pengenalan wajah, data transportasi, konsumsi, serta pembayaran elektronik, pihak berwenang diklaim dapat melacak pergerakan warga asing di Tiongkok secara sangat rinci, bahkan hingga mengetahui nomor kursi kereta api yang mereka tempati. Para pakar memperingatkan bahwa sistem ini berpotensi memperluas pengawasan terhadap warga asing maupun pengunjung dari Hong Kong, Makau, dan Taiwan.

EtIndonesia.com Baru-baru ini, pakar keamanan siber asal Belanda, Marc Hofer, mengungkapkan bahwa ia menemukan sebuah platform pengawasan bernama “Pemantauan Dinamika Personel Luar Negeri” Di dalam sistem tersebut terdapat arsip rinci mengenai hampir 12.000 warga negara asing, termasuk data pribadinya sendiri.

Data yang tersimpan disebut mencakup tanggal lahir, jenis kelamin, status pernikahan, alamat, pekerjaan, informasi visa, bahkan data mengenai keyakinan agama. Sebagian arsip juga memuat informasi penggunaan aplikasi ponsel, riwayat aktivitas di Tiongkok, hubungan sosial, serta catatan kegiatan individu.

Selain menyimpan data pribadi warga asing, mahasiswa internasional, dan lebih dari 300 jurnalis asing, sistem tersebut diklaim mampu melacak jejak aktivitas seseorang di dalam Tiongkok secara sangat detail, termasuk jadwal perjalanan kereta api beserta nomor kursi yang digunakan.

Menurut informasi yang sebelumnya sempat bocor, rincian pelacakan dalam platform itu bahkan mencatat berapa kali seseorang terdeteksi berada di lokasi tertentu, misalnya seseorang yang tercatat muncul 78 kali di sebuah persimpangan jalan tertentu.

Data-data tersebut diduga berasal dari kamera pengawas yang dipasang di pintu masuk supermarket, stasiun kereta bawah tanah, dan berbagai lokasi publik lainnya.

Platform tersebut juga dikabarkan mengelompokkan warga asing ke dalam beberapa kategori.

Warga dari Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat diberi label sebagai anggota “Aliansi Lima Mata” (Five Eyes), sementara pengunjung dari Taiwan dan Hong Kong dikelompokkan secara terpisah.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dikutip dalam laporan tersebut, Platform Pengendalian Dinamika Personel Luar Negeri disebut memiliki keterkaitan dengan perusahaan yang berbasis di Beijing bernama Origin Dynamic, yang dilaporkan pernah memasok robot, layanan pengawasan, dan berbagai peralatan terkait kepada kepolisian Tiongkok.

Para pakar memperingatkan bahwa platform pengawasan semacam ini, apabila benar adanya, bukan hanya berpotensi melanggar privasi individu, tetapi juga menunjukkan semakin diperketatnya pengawasan terhadap warga negara asing serta pengunjung dari Hong Kong, Makau, dan Taiwan.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa situs web platform itu kini telah ditutup.

Reporter NTD Television, Yu Liang, melaporkan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya Tiba-Tiba Tagih Realisasi Janji Investasi Hyundai di RI
• 7 jam lalu
0
thumb
Pemerintah tegaskan komitmen perlindungan anak melalui Gernas Rana
• 16 jam lalu
0
thumb
AS Hampir Kehabisan Rudal Presisi Jarak Jauh Imbas Perang Iran
• 4 jam lalu
0
thumb
Kiat Kahitna Bertahan 40 Tahun di Industri Musik: Saling Menerima dan Bersyukur
• 4 jam lalu
0
thumb
OJK Siapkan Aplikasi Anti-Scam untuk Cegah Penipuan Bermodus AI
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.