Grup musik Kahitna berhasil membuktikan eksistensinya selama empat dekade berkarya. Di tengah banyaknya grup musik yang bubar karena konflik atau persoalan internal, Kahitna justru memilih tetap solid dan terus dicintai lintas generasi.
Vokalis Kahitna, Hedi Yunus, mengakui perbedaan pendapat di dalam sebuah grup merupakan hal yang wajar. Apalagi Kahitna terdiri dari sembilan personel yang juga bekerja bersama manajemen dan kru dengan jumlah puluhan orang.
“Kalau yang namanya perbedaan pendapat, perbedaan isi kepala, itu wajar. Suami istri saja yang cuma berdua bisa bercerai, ini kami sembilan orang, ditambah manajemen dan kru,” ujar Hedi saat ditemui di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan.
Menurut Hedi, kunci utama yang membuat Kahitna tetap bertahan hingga kini adalah saling menerima kekurangan masing-masing. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, para personel memilih fokus menjaga kebersamaan dibanding memperbesar perbedaan.
“Sekarang kami sudah sampai di titik menerima kekurangan satu sama lain, menerima kondisi yang ada,” imbuhnya.
Selain itu, Hedi menilai rasa syukur juga menjadi modal penting bagi Kahitna untuk terus berkarya. Ia mengaku bersyukur karena Kahitna masih dipercaya manggung hingga belasan kali dalam sebulan, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.
“Yang harus disyukuri itu kami masih bisa berjalan dan tetap eksis. Lagu-lagu kami juga masih dinyanyikan anak-anak kecil, jadi bisa dinikmati lintas generasi,” ucap Hedi.
Hal-hal yang Bisa Memisahkan KahitnaSenada dengan Hedi, Mario Ginanjar mengatakan kiat untuk tetap bersama salah satunya yakni selalu mengingat kembali perjuangan yang telah mereka lalui.
Menurutnya, kesempatan untuk terus bernyanyi dan mendapat pekerjaan hingga sekarang merupakan impian banyak musisi.
“Kadang kita mengeluh capek, tapi kalau diingat lagi, ini dulu justru yang kita impikan. Kita masih bisa dapat pekerjaan, masih bisa nyanyi,” ungkap Mario.
Dengan nada bercanda, Mario menyebut hanya ada dua hal yang bisa memisahkan Kahitna, yakni kehendak Tuhan atau ketika ada personel yang mendapat tugas negara.
“Bisa dibilang yang memisahkan Kahitna cuma Tuhan atau kalau ada yang ditunjuk negara. Selain itu, kami tetap jalan terus,” katanya sembari tertawa.






Komentar (0)