Purbaya Tiba-Tiba Tagih Realisasi Janji Investasi Hyundai di RI

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026). (Dok. Biro KLI kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menagih janji ke salah satu perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai. Adapun, dia mempertanyakan jumlah kendaraan listrik Hyundai yang sudah produksi di Indonesia.

Hyundai telah merealisasikan janjinya untuk memproduksi mobil listrik secara lokal di Indonesia melalui pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Cikarang, Bekasi. Pabrik ini memproduksi Hyundai IONIQ 5 dan KONA Electric.


"Adakah yang dari Hyundai? Hyundai ya? Anda sudah bikin EV berapa di sini? Berapa persen? Dulu katanya waktu invest, janji mau bikin pabrik EV-nya. Udah berapa persen sekarang?," tanya Purbaya dalam sambutan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Selasa (4/8/2026).

Purbaya mengungkapkan dirinya tahu Hyundai pernah datang ke Indonesia dan berjanji akan membuat pabrik. Janji tersebut disambut baik pemerintah. Pemerintah pun memberikan dukungan penuh kepada Hyundai.

Baca: Menkeu Purbaya: Penjualan Mobil Melonjak 32,9%, Daya Beli Masih Kuat

Salah satu dukungan yang diberikan, kata Purbaya, adalah Hyundai perizinan hingga impor barang. Dengan kemudahan ini, pemerintah berharap Hyundai dapat melakukan ground breaking hanya dalam waktu 4 bulan saja. Purbaya berharap produsen kendaraan asal Korea Selatan ini bisa merealisasikan janjinya.

Dalam kesempatan ini, Purbaya juga mengajak produsen kendaraan asal Jepang, Toyota, untuk memindahkan pabrik utama mereka di Asia Tenggara dari Thailand ke Indonesia.

Dia pun berjanji akan memberikan semua jenis insentif yang dimiliki pemerintah jika Toyota mampu merealisasikan hal ini.

"Kita akan dukung Toyota juga, tapi bawa manufaktur utama anda dari Thailand ke Indonesia. Kalau anda mau, saya akan kasih insentif banyak. I'll give you every incentive that you want," tegasnya.

Purbaya mengakui pemindahan tidak mudah, tetapi tidak salah jika pemerintah berupaya mengundang investasi besar. Purbaya melihat Indonesia layak menjadi basis produksi utama Toyota di Asia Tenggara karena merupakan negara dengan populasi terbesar di kawasan.

Dia menduga keputusan Toyota di masa lalu menjadikan Thailand sebagai basis produksi utama di Asia Tenggara dipengaruhi karena minimnya insentif maupun iklim investasi di Indonesia. Dia menjamin hal itu tidak akan terjadi lagi di masa pemerintahan sekarang.

Purbaya memastikan pemerintah akan meningkatkan iklim investasi di dalam negeri bagi investor asing.

"Kami akan tingkatkan secara serius sekarang. Kami akan sediakan insentif yang cukup untuk mereka memindahkan fasilitas produksi utama dari Thailand ke Indonesia," tegas Purbaya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: ACC-TAF Targetkan Pembiayaan Kendaraan Rp1,8 T di GIIAS 2026

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kunjungi Kejagung, Komisi Kejaksaan Pantau Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie 
• 22 jam lalu
0
thumb
Menteri Keuangan Purbaya Sebut Penjualan Mobil Naik 32,9 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Domestik Tetap Kuat
• 19 jam lalu
0
thumb
OJK Mencatat Arus Dana Asing Berbalik Positif, Investor Bukukan Net Buy Rp1,62 Triliun pada Juli 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Meriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia Shopping Festival Kembali Digelar Tahun Ini
• 23 jam lalu
0
thumb
Kemenkes: Vape Bukan Produk yang Aman, Tetap Mengandung Nikotin dan Zat Kimia
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.