Industri kripto diharapkan beradaptasi dengan "quantum computing"

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Industri kripto di dalam negeri diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan "quantum computing" atau komputer kuantum yang dinilai sebagai bagian membangun ekosistem blockchain di masa depan.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan perkembangan quantum computing dinilai menjadi salah satu isu strategis yang perlu mulai dipahami oleh ekosistem blockchain, termasuk kripto.

Karena belakangan teknologi ini bisa berbahaya terutama dari sisi keamanan kriptografi dan pengembangan infrastruktur, ungkapnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, karena quantum computing juga bisa dimanfaatkan.

"Pembahasan mengenai quantum computing perlu dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem blockchain yang semakin matang dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan," katanya.



Menurut dia, perkembangan teknologi selalu menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Meskipun quantum computing masih berada pada tahap riset dan pengembangan, potensinya terhadap sistem kriptografi telah menjadi perhatian komunitas global.

"Oleh karena itu, penting bagi seluruh pelaku industri untuk mulai memahami arah perkembangan ini agar ekosistem dapat beradaptasi secara bertahap melalui diskusi dan edukasi," ujar Aloysia.

Dia menjelaskan, selama satu dekade terakhir Ethereum telah menjadi fondasi bagi berbagai inovasi di ekosistem Web3, mulai dari decentralized finance (DeFi), NFT, berbagai aplikasi berbasis smart contract, hingga tokenisasi aset.

Seiring berkembangnya teknologi, ekosistem blockchain dan pelaku industri juga dituntut untuk terus meningkatkan standar keamanan dan membangun infrastruktur yang semakin adaptif terhadap tantangan juga peluang di masa depan.

Ia menuturkan bahwa pembahasan mengenai quantum computing bukan berarti teknologi tersebut telah menjadi ancaman langsung bagi blockchain saat ini.

Potensi risiko yang banyak dibahas para peneliti dan pengembang lebih mengarah pada kemampuan komputer kuantum di masa depan untuk memecahkan sistem kriptografi yang digunakan dalam pengamanan aset digital apabila teknologinya telah mencapai tingkat kematangan tertentu.

Hingga saat ini, quantum computing masih berada dalam tahap riset dan pengembangan, lanjutnya, ke depan teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk mempercepat berbagai proses komputasi yang kompleks dan mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor, termasuk kripto.

"Di saat yang sama, komunitas blockchain global juga terus melakukan riset dan mengembangkan pendekatan baru agar ekosistem tetap aman seiring perkembangan teknologi tersebut," katanya.

Baca juga: Lima Platform yang Dapat Diakses Investor Indonesia untuk Beli Saham AS

Ia menambahkan kesiapan menghadapi perubahan teknologi tidak dapat dibangun secara instan sehingga dibutuhkan kolaborasi antarpelaku industri agar inovasi dapat terus berkembang tanpa mengabaikan aspek keamanan.

“Membangun ekosistem blockchain yang siap menghadapi era komputer kuantum bukanlah proses yang sederhana. Dibutuhkan waktu untuk riset dan pengujian, pengembangan standar keamanan baru, serta kolaborasi lintas ekosistem agar transisi dapat dilakukan secara bertahap dan tetap menjaga kepercayaan pengguna," katanya.

Terkait hal itu, Aloysia menyatakan pihaknya berupaya mendorong literasi dan diskusi mengenai masa depan blockchain dan kriptografi di tengah perkembangan quantum computing melalui forum "ETH Genesis: Quantum Leap".

Forum tersebut membahas implikasi teknologi komputasi kuantum terhadap blockchain, kesiapan membangun ekosistem yang lebih tangguh, serta pentingnya kolaborasi dalam mempersiapkan fondasi teknologi untuk jangka panjang.

Baca juga: Nezar: AI dan "blockchain" bisa cegah kebocoran perdagangan nasional

Dia berharap pembahasan mengenai aset kripto tidak hanya berfokus pada dinamika harga, tetapi juga mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi dan sistem keamanan yang menjadi fondasi industri.

"Edukasi, riset, serta kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem aset digital Indonesia yang semakin matang, aman, dan berkelanjutan," ujar Aloysia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Periksa 9 Teman Sekolah Siswa di Pemalang yang Diduga Tewas Dibully
• 7 jam lalu
0
thumb
Bareskrim Bongkar Peredaran Etomidate dari Thailand, 4 Orang Ditangkap
• 2 jam lalu
0
thumb
Jl Raya Serang KM 32 Rawan Kecelakaan, Polantas Edukasi Warga Patuhi Aturan
• 5 jam lalu
0
thumb
Sosok Saepullah Pelaku Mutilasi Pria di Depok, Susul Rekam Jejak Ryan Jombang yang Geger Tahun 2008
• 4 jam lalu
0
thumb
Sinopsis BIARKAN HATI BICARA SCTV Episode 7 Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026: Hanna Bongkar Rahasia Rumah Farida, Fico Mulai Luluh pada Arina
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.