DEPOK, KOMPAS.com - Penemuan jasad manusia dalam kondisi tidak utuh di dalam karung di Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (4/8/2026), menyisakan tanda tanya.
Pasalnya, karung tersebut diketahui saksi bernama Herni telah berada di lokasi sejak 24 Juli 2026. Namun, isinya baru diketahui merupakan jasad manusia pada 4 Agustus 2026.
Adapun lokasi penemuan jasad berada di lahan kosong yang cukup luas di Jalan Raya Kavling, Kelurahan Pancoran Mas. Warga sekitar kerap menyebut kawasan itu sebagai Tanah Merah Depkes.
Baca juga: Jasad Tak Utuh Ditemukan Terbungkus Karung di Depok, Ketua RW: Belum Ada Laporan Orang Hilang
Sekilas, kawasan tersebut bukan tempat yang sepi. Pada pagi hingga sore hari, lahan itu kerap dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari jalan sehat, bermain sepak bola atau layang-layang, hingga belajar mengendarai sepeda motor.
"Kalau buat digunain, bebas ya orang dari mana-mana. Untuk saat ini aja dibuat main layangan, terus ada yang main bola, ada yang belajar motor, ada yang kalau pagi itu pada jalan sehat gitu lah," kata saksi pertama, Herni Septiani, saat ditemui di rumahnya, Selasa (4/8/2026) malam.
Hal senada disampaikan Ketua RW 17 Kelurahan Pancoran Mas Abdullah Rifa'i. Menurut dia, lahan tersebut juga ramai didatangi warga, terutama pada akhir pekan.
Baca juga: Jasad Tak Utuh Terbungkus Karung di Depok Diduga Berjenis Kelamin Laki-laki
"Kebanyakan biasanya memang Sabtu Minggu itu rame. Karena ini lahan kosong itu banyak dipergunakan oleh masyarakat untuk lari pagi, olahraga, terus ada juga yang jualan-jualan. Kalau sore dipakai main layangan," kata Rifa'i pada kesempatan yang sama.
Ditemukan di Jalan Minim PeneranganMeski demikian, jasad tidak ditemukan di area lapangan yang biasa digunakan warga beraktivitas.
Karung berisi jasad berada di sebuah jalan setapak di sisi kiri lahan yang mengarah ke rumah Herni. Titik tersebut berjarak sekitar 400 meter dari jalan utama.
Rifa'i menyebut, jalan setapak itu merupakan jalan buntu yang hanya mengarah ke satu rumah, yakni rumah Herni, sehingga jarang dilalui warga.
Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Tak Utuh di Depok, Sempat Dibakar Warga Usai Dikira Sampah
"Ini mentok, sudah enggak ada lagi, jalan buntu," ucapnya.
Ia menambahkan, kawasan tersebut juga minim penerangan karena belum memiliki lampu penerangan jalan umum (PJU).
Pengajuan pemasangan lampu juga belum dapat direalisasikan lantaran status lahan masih bersengketa.
"Kenapa enggak ada penerangan? Karena ini masih tanah Depkes, masih sengketa. Jadi kita enggak bisa ajukan, ini sudah beberapa kali kami ajukan PJU penerangan dari Pemerintah Kota Depok, tapi tidak di-ACC karena tanahnya masih sengketa," tuturnya.
Baca juga: Jasad Tak Utuh di Depok Terbungkus Karung, Dilihat Warga 2 Pekan Lalu, Sempat Dikira Sampah
Kondisi itu membuat titik penemuan jasad tidak banyak diketahui warga. Bahkan, Rifa'i menyebut hanya Herni yang pertama kali melihat karung tersebut pada 24 Juli lalu karena untuk menuju rumahnya, Herni harus melewati jalan setapak itu.






Komentar (0)