Beijing (ANTARA) - Perdagangan jasa China tumbuh 8,3 persen secara tahunan pada semester pertama tahun 2026, menurut data yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan pada Selasa (4/8).
Nilai total impor dan ekspor jasa mencapai hampir 3,78 triliun yuan (1 yuan = Rp2.664) atau sekitar 556,56 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.991) pada periode Januari hingga Juni tahun ini, menurut data tersebut.
Sepanjang periode tersebut, ekspor jasa perjalanan mencatat laju pertumbuhan tercepat di antara lima kategori ekspor jasa utama, meningkat sebesar 31,1 persen menjadi 229,2 miliar yuan.
Perdagangan jasa padat-pengetahuan naik 6,7 persen (yoy) menjadi 1,66 triliun yuan pada periode yang sama, menyumbang 44 persen dari total perdagangan jasa.
Secara khusus, ekspor jasa pribadi, budaya, dan hiburan serta biaya penggunaan kekayaan intelektual masing-masing melonjak sebesar 57,2 persen dan 44,3 persen.
Data yang dirilis pada Selasa tersebut juga menunjukkan bahwa impor jasa transportasi mencapai 498,1 miliar yuan pada periode tersebut, meningkat 30,4 persen, yang merupakan laju pertumbuhan tercepat di antara lima kategori impor jasa utama.
Nilai total impor dan ekspor jasa mencapai hampir 3,78 triliun yuan (1 yuan = Rp2.664) atau sekitar 556,56 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.991) pada periode Januari hingga Juni tahun ini, menurut data tersebut.
Sepanjang periode tersebut, ekspor jasa perjalanan mencatat laju pertumbuhan tercepat di antara lima kategori ekspor jasa utama, meningkat sebesar 31,1 persen menjadi 229,2 miliar yuan.
Perdagangan jasa padat-pengetahuan naik 6,7 persen (yoy) menjadi 1,66 triliun yuan pada periode yang sama, menyumbang 44 persen dari total perdagangan jasa.
Secara khusus, ekspor jasa pribadi, budaya, dan hiburan serta biaya penggunaan kekayaan intelektual masing-masing melonjak sebesar 57,2 persen dan 44,3 persen.
Data yang dirilis pada Selasa tersebut juga menunjukkan bahwa impor jasa transportasi mencapai 498,1 miliar yuan pada periode tersebut, meningkat 30,4 persen, yang merupakan laju pertumbuhan tercepat di antara lima kategori impor jasa utama.






Komentar (0)