Sterilisasi Pelabuhan Ketapang, Tonggak Lahirnya Budaya Keselamatan Penyeberangan Indonesia

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Banyuwangi, tvOnenews.com - Program Sterilisasi Pelabuhan mulai diberlakukan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Tujuannya untuk memperkuat tata kelola pelabuhan, meningkatkan ketertiban kawasan operasional, serta memperkokoh sistem keselamatan transportasi penyeberangan nasional.

“Sterilisasi pelabuhan ini instrumen untuk membangun Budaya Keselamatan (Safety Culture). Keberhasilannya bukan diukur dari banyaknya pagar, portal, atau pembagian zona yang dibangun, melainkan dari tumbuhnya kesadaran dan disiplin seluruh insan transportasi dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,” tegas Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo, Rabu (05/08).

Pelabuhan Ketapang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan Go Live Sterilisasi Pelabuhan karena menjadi salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia. Selama puluhan tahun lintasan Ketapang–Gilimanuk menjadi urat nadi konektivitas Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Jutaan penumpang, kendaraan, dan logistik melintasi lintasan ini setiap tahunnya.

Namun di balik peran strategis tersebut, lintasan ini juga menyimpan catatan panjang berbagai musibah pelayaran yang menjadi pelajaran bagi seluruh insan transportasi. Beberapa kecelakaan yang pernah terjadi diantaranya kecelakaan LCT Kaltim Mas II pada tahun 1994, LCT Trisila Bhakti (1995), KMP Citra Mandala Bhakti (2000), KMP Rafelia II (2016), KMP Yunicee (2021) dan KMP Tunu Pratama Jaya pada awal Juli 2025. 

Khoiri mengingatkan bahwa musibah tenggelamnya KMP Rafelia II pada tahun 2016 menjadi salah satu momentum penting lahirnya penguatan tata kelola pelabuhan melalui Permenhub Nomor PM 29 Tahun 2016 tentang Sterilisasi Pelabuhan Penyeberangan. Kemudian disempurnakan melalui Permenhub Nomor PM 91 Tahun 2021 tentang Zonasi di Kawasan Pelabuhan yang Digunakan untuk Melayani Angkutan Penyeberangan.

Menurut Khoiri implementasi sterilisasi pelabuhan yang dimulai hari ini merupakan kelanjutan dari reformasi keselamatan transportasi penyeberangan yang telah dibangun hampir satu dekade terakhir.

“Setiap regulasi keselamatan lahir dari pelajaran yang sangat mahal. Karena itu, implementasi sterilisasi pelabuhan tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Ia harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aktivitas operasional pelabuhan dan pelayaran,” tambah Khoiri. 

Sebagai tindak lanjut dari momentum bersejarah ini, DPP GAPASDAP mengusulkan lahirnya Deklarasi Ketapang untuk Budaya Keselamatan Penyeberangan Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Psikologi Mengungkap Pentingnya Menjaga Batas Diri untuk Kesehatan Mental
• 16 jam lalu
0
thumb
Ada Usul Biaya Kampanye Pemilu Ditanggung APBN, DPR: Kita akan Tampung
• 1 jam lalu
0
thumb
Sarwendah Curhat Diselingkuhi, Pengacara Ruben Onsu Minta Tak Ungkit Masa Lalu: Kecuali Masih Sayang
• 23 jam lalu
0
thumb
Regenerasi Lambat, Hino Ungkap Indonesia Kekurangan Sopir Truk
• 5 jam lalu
0
thumb
Potret JPO ‘Love-Hate Relationship’ di Rasuna Said, Yang Hanya Terpisah 60 Cm
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.