Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan (Menhub) menegaskan, insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat standar keselamatan pelayaran nasional.
Evaluasi tersebut mencakup penyebab insiden, prosedur operasional, hingga sistem penanganan keadaan darurat agar peristiwa serupa tidak terulang.
Menurut Dudy, Kementerian Perhubungan berkomitmen melakukan pembenahan terhadap aspek keselamatan transportasi laut sebagai tindak lanjut atas musibah yang menewaskan lima orang tersebut.
“Guna mencegah terulangnya kejadian serupa, Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Yang terjadi sekarang ini akan menjadi bahan evaluasi agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi,” kata Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/8/2026).
Ia menjelaskan, evaluasi tidak hanya berfokus pada penyebab kebakaran, tetapi juga mencakup penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) penanganan keadaan darurat untuk meningkatkan perlindungan bagi penumpang dan awak kapal.
Menhub juga menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung penuh proses penegakan hukum apabila hasil investigasi menemukan unsur pidana dalam insiden tersebut.
“Bila ditemukan dugaan tindak pidana, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya dilansir dari Antara.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memastikan penanganan korban dan proses investigasi tetap berjalan meski operasi SAR khusus telah beralih menjadi operasi rutin kesiapsiagaan.
Memasuki hari ketiga setelah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari Pulau Masalembu ke Surabaya.
Dengan tambahan tersebut, seluruh 238 orang yang berada di atas kapal, baik penumpang maupun awak kapal, telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, 233 orang dinyatakan selamat, sementara lima lainnya meninggal dunia.
“Atas nama pemerintah, kami kembali menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Dengan rasa duka yang mendalam, terdapat lima korban yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Dudy.
Untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, Kementerian Perhubungan mendukung investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Tim investigator telah diterjunkan ke lokasi guna mengumpulkan bukti dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Selain itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah memanggil operator KMP Mutiara Sentosa 2 untuk menjalani audit terhadap sistem manajemen keselamatan pelayaran.
Muhammad Masyhud Direktur Jenderal Perhubungan Laut mengatakan, audit tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi agar standar keselamatan pelayaran dapat ditingkatkan.
“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi sehingga diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi di kemudian hari,” kata Muhammad Masyhud.
Pemerintah juga memastikan seluruh korban memperoleh haknya melalui PT Jasa Raharja, mulai dari pembiayaan perawatan bagi korban luka hingga santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.
Kementerian Perhubungan turut berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan instansi terkait untuk memfasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal tanpa membebani keluarga.
Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengatakan, proses evakuasi seluruh korban melibatkan berbagai unsur SAR serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pendataan, saat keadaan darurat terjadi awak kapal telah mengarahkan penumpang berkumpul di anjungan dan mengenakan jaket keselamatan sebelum proses evakuasi dilakukan.
“Atas dasar itu, operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa 2 secara resmi kami alihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kantor SAR Surabaya,” ujar Syafii.
Meski operasi SAR khusus telah dihentikan, Basarnas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kebakaran dan membuka posko pengaduan apabila terdapat laporan baru mengenai korban yang belum ditemukan.
“Meski demikian, operasi rutin tetap difokuskan di perairan sekitar lokasi kejadian dan kami tetap membuka posko pengaduan apabila terdapat laporan baru dari masyarakat,” tambahnya. (ant/saf/ipg)





Komentar (0)