VIVA – Piala Presiden 2026 akhirnya mencapai puncaknya. Dua tim dengan performa paling konsisten sepanjang turnamen, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, akan saling berhadapan pada partai final yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026. Perebutan tempat ketiga juga digelar pada hari yang sama.
Persib memastikan tempat di final setelah melewati duel sengit menghadapi rival abadinya, Persija Jakarta, pada babak semifinal. Maung Bandung sukses menang dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Kemenangan itu sekaligus memperpanjang tren positif Persib sepanjang turnamen. Tim asuhan Igor Tolic mampu menunjukkan mental juara ketika menghadapi tekanan dalam pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia.
Sementara itu, Persebaya Surabaya mengamankan tiket final usai mengalahkan Arema FC dalam Derbi Jawa Timur. Gol tunggal Yuran Fernandes menjadi pembeda sekaligus memastikan Bajul Ijo melangkah ke partai puncak.
- Persebaya.id
Perjalanan Persib menuju final dimulai dengan penampilan solid di fase grup. Mereka keluar sebagai juara Grup A setelah tampil konsisten dan mampu mengungguli para pesaingnya untuk mengamankan tiket ke babak empat besar.
Sebelum memasuki semifinal, Persib juga mencatat hasil positif ketika menundukkan Arema FC dengan skor 1-0 melalui gol Uilliam Barros Pereira. Setelah itu, mereka kembali meraih kemenangan tipis 1-0 atas DPMM FC lewat gol Balsa Sekulic yang memastikan langkah ke fase gugur.
Di semifinal, ujian sesungguhnya datang saat menghadapi Persija. Meski pertandingan berlangsung ketat, Persib mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan dan memastikan tiket menuju final.
Di kubu Persebaya, perjalanan menuju partai puncak juga tidak kalah meyakinkan. Tim asal Surabaya tampil sebagai juara Grup B sehingga berhak menghadapi runner-up Grup A pada babak semifinal.
- Dok. Persebaya Surabaya
Persebaya kemudian berjumpa Arema FC dalam laga bertensi tinggi. Gol semata wayang Yuran Fernandes menjadi penentu kemenangan sekaligus mengantarkan Bajul Ijo kembali tampil di final turnamen pramusim bergengsi tersebut.
Faktor kebugaran pemain diperkirakan menjadi salah satu penentu hasil pertandingan. Waktu pemulihan yang singkat membuat kedua pelatih harus memutar otak agar para pemain berada dalam kondisi terbaik saat laga final berlangsung.






Komentar (0)