BMKG: El Nino 2026 Masuki Kategori Kuat, Berpotensi Jadi Sangat Kuat

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan, fenomena El Nino 2026 kini meningkat statusnya menjadi kategori kuat dengan indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) mencapai plus 1,59.

"Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, kondisi El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat ya, ditunjukkan oleh anomali suhu permukaan laut," ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam acara Bappenas, Selasa (4/8/2026).

"Dengan indeks ENSO plus 1,59 berada pada posisi kuat yang berpotensi menjadi sangat kuat," katanya lagi.

Baca juga: Wali Kota Tangsel Kenang Anggota DPRD Andi Wibowo: Sosok Humble dan Cerdas

Peningkatan status ini melampaui prediksi awal BMKG pada Maret 2026 yang memperkirakan El Nino hanya akan berada pada kategori moderat hingga kuat.

Faisal menjelaskan, anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang terus meningkat sejak periode Mei hingga Juli menjadi dasar utama kenaikan status ini.

Potensi El Nino sangat kuat ini nantinya diprediksi akan memperparah kondisi kemarau di tanah air.

Baca juga: Mendikdasmen Bongkar Penyebab Krisis Murid di SD Negeri: SD Kebanyakan, Swasta Makin Diminati

"Setelah BMKG mengeluarkan prediksi di bulan Maret, pertengahan Maret tahun 2026 bahwa Indonesia akan mengalami kemarau yang bersamaan dengan El Nino dengan kategori moderat waktu itu prediksinya, dan kita perlu mempersiapkan diri," ucapnya.

Faisal menjelaskan, dampak dari kategori kuat ini adalah penurunan curah hujan secara drastis hingga tingkat rendah sampai sangat rendah, terutama pada puncak musim kemarau.

Wilayah Indonesia yang berada di bawah garis khatulistiwa, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, diprediksi akan mengalami musim kering yang lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya.

Baca juga: KPK Juga Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat Terkait Kasus Eks Wamen Imipas Silmy Karim

"Yang sangat signifikan dipengaruhi El Nino adalah daerah Indonesia di bawah garis khatulistiwa atau bagian selatan Indonesia," tuturnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

BMKG juga menyoroti adanya anomali iklim dunia yang menyebabkan siklus El Nino datang lebih cepat dari biasanya, yakni dalam kurun waktu tiga tahun sejak fenomena terakhir pada 2023.

Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan lintas sektor yang lebih ketat karena suhu udara diprediksi akan terus meningkat.

Baca juga: WFH ASN Diperpanjang, Pemerintah Optimistis Birokrasi Lebih Modern dan Efisien

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
EMTK Rugi Rp320,6 Miliar di Semester I-2026, Ini Penyebabnya
• 20 jam lalu
0
thumb
Menhub tegaskan insiden KMP Mutiara Sentosa jadi evaluasi total
• 6 jam lalu
0
thumb
Coca Cola Hadirkan Kampanye Nongkrong Seru dan Sensasi Kuliner Unik
• 21 jam lalu
0
thumb
Motif Mantan Istri Polisi Bunuh Diri Masih Ditelusuri
• 14 jam lalu
0
thumb
Luhut Sebut Dukcapil Jadi Kunci Transformasi Digital Pemerintah, Dorong Layanan Publik Berbasis AI
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.