Polrestabes Medan tengah menyelidiki motif seorang wanita berinisial WLG yang bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, yang merupakan anggota polisi berpangkat brigadir berinisial ISH.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan proses penyidikan terkait motif korban bunuh diri di rumahnya, mulai dari persoalan internal pribadi dan keluarganya.
"Motif terkait dengan kasus ini, itu yang saya sebutkan tadi bahwa pada saat ditinggalkan di kamar tersebut. Faktanya bahwa korban berada di kamar mandi dengan mengambil senjata api milik saksi ISH. Beberapa persoalan internal pribadi dan keluarga, itu yang menjadi kami telusuri terkait dengan pertanyaan motif itu," kata Calvijn saat ditemui usai konferensi pers di Polrestabes Medan, Selasa (4/8).
Calvijn menuturkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap ISH terkait dugaan kelalaian berupa pelanggaran kode etik maupun disiplinnya di Propam Polrestabes Medan.
"Terkait dengan saksi ISH nanti kita lihat bahwa lagi berproses Kasi Propam terkait dengan pelanggaran-pelanggaran yang dibuat, baik kode etik dan disiplinnya. Yang jelas proses Kasi Propam masih mendalami secara disiplin dan kode nantinya terkait dengan yang dinyatakan tadi," ujar Calvijn.
Sebelumnya, seorang wanita berinisial WLG ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8). Ia diduga bunuh diri dengan menembakkan pistol milik mantan suaminya yang anggota polisi.






Komentar (0)