Malaysia Selidiki Lolosnya Narkoba dari Bandara KL usai Pilot Ditangkap di RI

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Aparat menangkap pilot Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (28/7) karena penyelundupan narkoba.Saufi menjadi tersangka usai ditemukan 70 ribu butir ekstasi di dalam kopernya.

Penangkapan bermula saat petugas Bea Cukai Terminal 3 Bandara Soetta memeriksa x-ray barang bagasi penumpang internasional. Petugas melihat salah satu koper mencurigakan yang kemudian diambil pilot tersebut. 

Petugas memeriksa koper itu. Hasilnya, ditemukan narkotika jenis ekstasi sebanyak 14 bungkus besar dan satu bungkus paket narkotika jenis sabu-sabu.

"Jumlah total barang bukti ekstasi sebanyak 70.114 butir dengan berat netto 25.194,83 gram (25 kilogram)," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat (31/7).

Otoritas Malaysia juga telah merespons penangkapan ini. Berikut tanggapan mereka atas penangkapan Saufi:

Bisa Tembus Bandara Kuala Lumpur

Otoritas Malaysia menyelidiki bagaimana pilot yang ditangkap karena membawa narkoba di bandara Indonesia bisa lolos dari pemeriksaan keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Direktur Jenderal Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS), Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain, mengatakan  pilot tersebut telah menjalani semua pemeriksaan yang diperlukan sebelum naik pesawat. Dia juga mengatakan, tak ada gambar mencurigakan saat pemeriksaan masuk.

"Kami sedang menunggu tanggapan dari polisi agar kami dapat mempelajari bagaimana barang tersebut bisa lolos pemeriksaan tanpa terdeteksi,"  kata Shuhaily pada Senin (3/8) dikutip dari The Malay Mail.

Shuhaily mengatakan pemeriksaan di KLIA saat ini menggabungkan akan imitasi (AI) dan manusia. Menurutnya, pemindah akan menetapkan risiko pada bagasi sebelum petugas memutuskan melanjutkan pemeriksaan barang.

"Tidak seperti yang dilihat orang di televisi. Sistem ini masih membutuhkan penilaian operator," kata Shuhaily.

Potensi Orang Dalam Terlibat?

Mohd Shuhaily Mohd Zain mengatakan, narkoba tersebut mungkin disembunyikan sedemikian rupa sehingga tidak terdeteksi oleh pemindai. Oleh sebab itu, pihak Malaysia akan mengirimkan polisi ke Indonesia untuk menginvestigasi hal ini bersama Polri.

"Polisi sedang mengirimkan seorang petugas dari Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika untuk bekerja sama dengan pihak Indonesia.

Ketika ditanya awak media apakah kasus ini mungkin melibatkan keterlibatan orang dalam, Shuhaily mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan jika ada petugas terlibat.

"Jika polisi melihat ada kecurangan yang dilakukan oleh petugas saya, maka tidak ada yang akan dibiarkan tanpa ditindak," katanya.

Dapat Narkoba Dua Hari Sebelum Terbang

Dari hasil pemeriksaan kepolisian Malaysia, Saufi telah memperoleh pasokan narkoba dari sebuah apartemen di Ampang, Kuala Lumpur. Dia menerima narkoba dua hari sebelum penerbangannya ke Jakarta.

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Bukit Aman, Komisioner Datuk Hussein Omar Khan mengatakan pihaknya tengah melacak nomor kontak yang digunakan Saufi untuk menghubungi pemasok narkoba. "Polisi sedang menyelidiki seluruh jaringan distribusi," kata Hussein di Selangor, Selasa (4/8) dikutip dari The Star.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung bakal Ungkap Pemilik Emas 74 Kg di Sidang Kasus Febrie Adriansyah
• 15 jam lalu
0
thumb
Inflasi Terjaga hingga Manufaktur Ekspansif, Airlangga Optimistis Ekonomi RI Tetap Solid
• 18 jam lalu
0
thumb
Polisi Selidiki Identitas Mayat Diduga Korban Mutilasi di Depok
• 3 jam lalu
0
thumb
Pimpinan MPR Undang Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan pada Jumat 14 Agustus 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
BMKG Ungkap Wilayah Paling Terdampak El Nino, Ada Peluang Produksi Garam Naik
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.