BMKG Ungkap Wilayah Paling Terdampak El Nino, Ada Peluang Produksi Garam Naik

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan saat ini El Nino kini telah memasuki kondisi atau fase kuat dan ada beberapa wilayah di Indonesia yang diperkirakan paling terdampak fenomena ini.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan wilayah tersebut adalah wilayah di sebelah selatan garis khatulistiwa meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, hingga Papua bagian selatan.

“Jadi sama dengan masuknya musim kemarau itu di awal kan NTT, NTB, Bali, Jawa, terutama Pesisir, kemudian Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, kemudian di bagian Papua selatan, itu daerah yang paling terdampak El Nino,” kata Teuku Faisal di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Selasa (4/8).

Meski demikian, Teuku menuturkan adanya proyeksi wilayah paling terdampak ini bukan berarti wilayah lain sepenuhnya terbebas dari dampak El Nino. Hal ini dikarenakan, sebagian besar daerah di Indonesia juga tengah mengalami musim kemarau dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Dia menjelaskan kondisi geografis Indonesia yang berupa negara kepulauan membuat karakteristik iklim setiap wilayah berbeda. BMKG membagi Indonesia ke dalam 699 zona musim agar pendampingan dan peringatan dini dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

“Seperti misalnya kota Bogor itu daerah zona satu musim. Jadi seperti itu juga perlu dipahami oleh masyarakat luas,” jelasnya.

El Nino Bisa Kerek Produksi Garam dan Tangkapan Ikan

Meski demikian, fenomena El Nino tidak selalu dikaitkan dengan dampak negatif, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri mengatakan produksi garam justru berpotensi memperoleh manfaat dari fenomena tersebut.

“El Nino ini tidak hanya serta-merta satu hal yang negatif, ada hal positif. Contoh sebetulnya seperti produktivitas garam. Garam ini juga akan lebih dioptimalkan, dan juga untuk potensi penangkapan ikan,” ujarnya.

Selain itu menurut Andri, terdapat fenomena cuaca yang dapat meningkatkan potensi hasil tangkapan ikan selama periode El Nino. Oleh karena itu, BMKG terus mengembangkan sistem deteksi dini agar informasi cuaca dan iklim dapat dimanfaatkan berbagai sektor.

“BMKG mengembangkan sistem pemantauan meteorologi di laut yang lebih komprehensif real time, sehingga informasi dapat dianalisis lebih lanjut untuk memberikan warning secara akurat, tepat, dan dapat dioptimalkan untuk berbagai sektor,” jelasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KAI Logistik Layani Lebih dari 90 Ribu Hewan Peliharaan pada Semester I 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Staf KPK dari Unsur Polri Diduga Peras Bupati Pemalang, Dewas: Masih Kami Kaji!
• 12 jam lalu
0
thumb
PERINDRA Minta Kejagung Bertindak Tegas, Tuntut Pengusutan Tuntas dan Pemeriksaan Etik
• 4 jam lalu
0
thumb
Cetak Generasi Muda Mandiri, Asprindo Ajarkan Kerajinan Tangan untuk Siswa SMK
• 14 jam lalu
0
thumb
John Herdman Sebut Vietnam Lawan Terkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.