JAKARTA, DISWAY.ID-- Hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand kembali diperkuat melalui penyelenggaraan agenda forum bisnis bertajuk "Advancing the Indonesia-Thailand Strategic Partnership: Building Integrated Value Chains in Industry, Services, and the Halal Economy". Ajang strategis ini dihelat di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/8/2026).
Kerja sama yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Thai Chamber of Commerce ini mempertemukan unsur pemerintah serta para pelaku usaha dari kedua negara guna menggenjot sektor perdagangan, investasi, dan rantai pasok industri halal.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan bahwa forum ini merupakan wujud nyata implementasi Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand untuk menggerakkan roda perekonomian nasional melalui ekspansi bisnis bersama.
BACA JUGA:Pramono Janji Hubungkan JPO Rasuna Said dengan Halte Transjakarta dan LRT
"Dengan hubungan dan pengertian yang kedua negara miliki, kita akan mencoba untuk meningkatkan volume investasi, trade, dan cooperation," ujar Anindya kepada Disway dan awak media lainnya.
Ia menambahkan, kolaborasi ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Thai Chamber of Commerce, Kadin menargetkan lonjakan volume kerja sama yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Bidik Target Perdagangan di Atas USD 20 MiliarDukungan penuh terhadap forum ini turut disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo. Dalam keterangannya, ia memaparkan ambisi besar pemerintah untuk mendongkrak nilai perdagangan bilateral kedua negara yang sebelumnya berada di kisaran USD 17,7 miliar.
BACA JUGA:Menuju Indonesia Emas 2045, Pemerintah-BI Genjot Sinergi Kebijakan dan Digitalisasi UMKM
"Saya kira Indonesia-Thailand itu total trade yang selalu meningkat sekarang 17,7 miliar dolar dan target kita memang di atas 20 miliar dolar," ungkap Hashim.
Hashim juga menekankan pentingnya memperbanyak pertemuan bilateral guna memetakan serta memangkas hambatan perdagangan (trade barriers). Dengan demikian, akses pasar bagi pelaku usaha di Indonesia maupun Thailand dapat terbuka semakin luas demi pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan.






Komentar (0)