3 WNI Korban Perdagangan Orang di Libya Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Sebanyak tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Libya berhasil dipulangkan ke Indonesia. Mereka adalah NAR, SS, dan NKR.

“Ketiga korban telah tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta setelah melalui koordinasi lintas negara dan lintas instansi,” ujar Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Onkoseno menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menimpa ketiga korban. Dia mengatakan kembalinya ketiga korban ke Tanah Air bukan sekadar mengakhiri perjalanan panjang dari luar negeri, tetapi menjadi awal dari proses perlindungan, pendampingan, dan pemulihan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang aman dan bermartabat.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindak pidana perdagangan orang merupakan kejahatan serius yang merampas hak-hak korbannya, sehingga penanganan ini harus secara menyeluruh dari mulai pencegahan, perlindungan korban, dan penegakan hukum terhadap para pelakunya,” ujar Onkoseno.

Onkoseno menjelaskan pemulangan ketiga korban TPPO merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi warga negaranya. Polda Metro Jaya melalui Direktorat Kriminal Umum, Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, serta para pemangku kepentingan terus bersinergi memastikan hak-hak korban terpenuhi serta penanganan perkara berjalan dengan baik.

Sementara itu, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo menyampaikan proses pemulangan ketiga korban TPPO ini hasil dari kerja sama Government to Government antara pemerintah Indonesia dan Libya. Mereka menjadi korban eksploitasi karena berangkat melalui jalur ilegal.

“Mereka mengalami eksploitasi secara ekonomi karena ditempatkan di negara yang bukan menjadi negara penempatan Pekerja Migran Indonesia, karena di sana ada ketentuan keputusan Menaker RI terkait dengan moratorium di Libya,” ujar Rita.

Mereka saat ini dalam penanganan intensif. Setiba di Tanah Air, mereka juga langsung menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Kemudian, nanti akan berjalan pemberian penguatan dan asesmen terkait dengan secara psikis untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi baik,” ujar Rita.

Baca Juga :

Diduga Korban TPPO, PMI di Libya Menangis Minta Dipulangkan ke Tanah Air



Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo. Dok. Tangkapan Layar

Dari hasil pemeriksaan kesehatan sementara, pihaknya menemukan ada indikasi masalah medis dari ketiga WNI korban TPPO di Libya. Dia menduga permasalahan kesehatan ini disebabkan ketidakteraturan jam kerja, asupan makanan yang diterima, hingga waktu istirahatnya.

“Sehingga mengakibatkan ada permasalahan terkait dengan lambung ya, ulu hati yang dirasakan sakit. Namun masih bisa ditangani oleh tim dari Biddokkes Polda Metro Jaya,” ujar Rita.

Rita mengatakan setelah semua proses penanganan selesai, pihaknya akan memulangkan ketiga korban TPPO ke daerah masing-masing. Pihaknya akan mengawal proses pemulangan tersebut untuk menjamin keselamatan mereka.

“Nah, nanti dalam prosesi pemulangan pun akan kita pastikan ya, akan kita kawal untuk menjamin keselamatan yang bersangkutan,” kata dia.

Untuk mengantisipasi kasus serupa terulang, Rita mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran-tawaran pekerjaan di luar negeri dengan janji-janji gaji yang tinggi, tanpa melalui prosedur yang sah. Masyarakat diharapkan memastikan legalitas perusahaan yang akan menempatkan serta menggunakan jalur penempatan pekerja migran Indonesia resmi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Apabila menemukan adanya dugaan perekrutan pekerja migran secara ilegal atau indikasi tindak pidana perdagangan orang, maka kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian di 110 untuk informasi awal,” ujar Rita.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
John Herdman Sebut Vietnam Lawan Terkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 23 jam lalu
0
thumb
Wakil Ketua DPD Terima Aduan Ratusan Pengungsi dari Puncak Papua Tengah
• 20 jam lalu
0
thumb
Rupiah Pagi Ini di Level Rp18.025/USD
• 6 jam lalu
0
thumb
Gegara Ajak Anak Dibawah Umur Promosikan Liquid Vape, Bigmo Kembali Berurusan dengan Polisi
• 20 jam lalu
0
thumb
Mendagri Pastikan Data Kependudukan Jadi Basis Akurasi Penyaluran Bansos di Biak Numfor
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.