tvOnenews.com – Kekalahan telak Timnas Indonesia dengan skor 0-3 dari Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, menyita perhatian tajam pengamat sepak bola senior, Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin.
Mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia tersebut mengaku sangat terkejut dengan hasil akhir di papan skor, terlebih Skuad Garuda tampil di hadapan pendukung sendiri dan menurunkan delapan pemain diaspora sejak menit awal.
Meski demikian, Coach Justin menyoroti absennya tujuh pilar utama seperti Kelvin Verdonk, Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, hingga Jay Idzes yang menurutnya sangat mempengaruhi kestabilan permainan Timnas Indonesia.
- YouTube/Justinus Lhaksana
"Ini skornya jujur mengejutkan, 0-3 di kandang sendiri. Kehilangan tujuh pemain inti ini berpengaruh banget terhadap timnas yang biasanya kita kenal biasa melibas Vietnam," ujar Coach Justin dalam ulasannya.
Skema 3 Bek dan Lini Tengah LambatCoach Justin menilai kekalahan tragis dari The Golden Star Warriors tak lepas dari kesalahan taktis John Herdman, terutama dalam penerapan skema tiga bek (3-4-3 atau 3-5-2) serta pemilihan komposisi lini tengah yang minim kecepatan.
Menurutnya, menduetkan atau menumpuk pemain senior seperti Jordi Amat, Mark Klok, dan Thom Haye secara bersamaan membuat transisi bertahan Skuad Garuda sangat rentan dieksploitasi oleh lini serang Vietnam yang mengandalkan kecepatan.
"Saya itu bukan fans dengan main 3 bek. Karena bagi saya, bermain tiga bek itu sulit. Kenapa John pasang Klok, Amat, Tom, sama Jenner di tengah? Yang mungkin punya speed dari sisi transisi itu cuma Jenner doang," cetus Coach Justin.
"Jordi Amat itu sudah lewat. Mark Klok pun sudah tidak punya fisik yang memadai dari sisi transisi. Harusnya Tom Haye dipasangkan dengan tandem yang lebih kuat dan punya speed untuk mengover," tambahnya tegas.
- tvOnenews-Julio Tri Saputra
Meski melontarkan kritik pedas terhadap skema taktis yang diusung, Coach Justin meminta publik dan suporter Garuda tidak terburu-buru menghujat John Herdman.
Menurutnya, ajang Piala AFF 2026 ini merupakan panggung eksperimen bagi pelatih asal Inggris tersebut sebelum tampil di ujian sesungguhnya pada Piala Asia Januari mendatang.





Komentar (0)