Krisis Komponen Menghantam Industri Smartphone, HP Flagship Kini Terancam Mengalami Kenaikan Harga

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Industri smartphone global kembali menghadapi tantangan besar pada 2026. Setelah sempat pulih dari gangguan rantai pasok beberapa tahun lalu, kini produsen harus berhadapan dengan krisis pasokan komponen, terutama memori DRAM, NAND Flash, dan chipset premium. Kondisi tersebut mulai memicu kenaikan biaya produksi yang berpotensi membuat harga HP flagship semakin mahal.

Sejumlah analis industri menilai lonjakan permintaan komponen untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) telah mengurangi pasokan bagi perangkat konsumen. Akibatnya, produsen smartphone harus membayar lebih mahal untuk memperoleh komponen penting yang digunakan pada perangkat kelas atas.

Baca Juga :
PMI Manufaktur Tunjukkan Sinyal Positif, Kadin Ingatkan Industri Belum Pulih Secara Kuat
Bahlil Pangkas Harga Acuan Batu Bara Jadi US$124,44 Per Ton, Catat Rinciannya

Permintaan AI Mengubah Peta Pasokan Komponen

Dipantau VIVA Selasa, 4 Agustus 2026, dalam beberapa tahun terakhir, ledakan investasi di bidang AI membuat perusahaan teknologi berlomba membangun pusat data (data center) berskala besar. Infrastruktur tersebut membutuhkan memori berkecepatan tinggi (HBM), DRAM, dan NAND dalam jumlah sangat besar.

Karena kapasitas produksi semikonduktor tidak bertambah secepat permintaan, banyak produsen chip mengalokasikan lebih banyak lini produksi untuk memenuhi kebutuhan industri AI yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi. Dampaknya, pasokan komponen untuk smartphone menjadi semakin terbatas.

Harga Memori Terus Melonjak

Salah satu komponen yang paling terdampak adalah memori.

Lembaga riset Gartner memperkirakan lonjakan harga DRAM dan SSD akan memberikan tekanan besar terhadap biaya produksi perangkat elektronik sepanjang 2026. Kenaikan harga memori diperkirakan mendorong harga smartphone naik sekitar 13% dibandingkan tahun sebelumnya jika tren berlanjut.

Sementara itu, IDC juga memperingatkan bahwa kelangkaan RAM menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya harga rata-rata smartphone di pasar global selama 2026.

Qualcomm Ikut Menaikkan Harga Chip

Tekanan biaya tidak hanya datang dari memori.

Qualcomm mengumumkan akan menaikkan harga chipset Snapdragon mulai September 2026 karena meningkatnya biaya produksi dan tekanan pada rantai pasok. Kenaikan harga tersebut diperkirakan berdampak pada berbagai merek Android yang menggunakan prosesor Snapdragon, termasuk Samsung, Xiaomi, OnePlus, Honor, Motorola, dan banyak produsen lainnya.

Bagi produsen smartphone, kenaikan harga chipset berarti biaya produksi perangkat flagship ikut meningkat, sehingga sebagian beban kemungkinan akan diteruskan kepada konsumen.

Baca Juga :
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Kinclong, Produk Global Bersinar Terdorong Ini
Harga Bensin di Sejumlah SPBU Turun, Cek Perbandingan Pertamina, Shell dan BP Berikut Ini
Harga Beras dan Bawang Naik Meski Cabai, Telur dan Daging Ayam Turun, Cek Daftarnya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Terima Tanda Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Thailand
• 19 jam lalu
0
thumb
Tekan Angka Stunting, IPCC Gelar Edukasi Gizi bagi Ibu Hamil dan Keluarga Balita
• 5 jam lalu
0
thumb
Hiu Tutul Terdampar di Pantai Batukaras Pangandaran: Terkendala Evakuasi
• 6 jam lalu
0
thumb
Mercy: Tangkap Leny-Leny yang Lain, Bongkar Sindikat TPPO Sampai ke Akar!
• 3 jam lalu
0
thumb
Pendaki dan Pemandu Hilang di Gunung Piramid Bondowoso, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.