Pada 2 Agustus 2026, militer Ukraina melancarkan serangan jauh ke wilayah Rusia dengan menargetkan gudang perusahaan e-commerce serta kilang minyak. Sementara itu, Rusia terus menggempur Kyiv dan berbagai wilayah Ukraina melalui serangan udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa persediaan rudal pencegat sistem pertahanan udara Patriot telah habis dan mendesak komunitas internasional untuk segera memberikan bantuan.
Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengungkapkan bahwa Washington sedang berupaya mencari peluang untuk menghidupkan kembali perundingan damai Rusia-Ukraina dalam beberapa minggu kedepan guna mengakhiri perang.
EtIndonesia.com Pada 2 Agustus, gudang milik raksasa e-commerce Rusia Wildberries kembali menjadi sasaran serangan drone Ukraina. Asap hitam pekat terlihat membubung dari lokasi kejadian. Gudang tersebut berada di Oblast Samara, sekitar 800 kilometer dari garis depan perang di Ukraina.
Sejak 18 Juli, militer Ukraina telah menyerang lebih dari selusin gudang milik Wildberries dengan tujuan melemahkan salah satu penopang penting perekonomian Rusia.
Selain itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkonfirmasi bahwa drone Ukraina juga menyerang sebuah kilang minyak di dekat Kota Saratov, Rusia, pada malam hari, sehingga memicu kebakaran.
Pangkalan Udara Engels milik Rusia serta lokasi peluncuran drone tempur di Oblast Bryansk juga dilaporkan menjadi sasaran serangan presisi Ukraina.
Di sisi lain, pada 1 Agustus, Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina yang menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 28 lainnya.
Pada 2 Agustus, Zelenskyy mengatakan bahwa selama sepekan terakhir, 16 wilayah Ukraina, termasuk Kyiv dan Kharkiv, telah diserang Rusia. Menurutnya, Rusia menggunakan sekitar 1.900 drone, hampir 1.600 bom udara, serta 144 rudal dari berbagai jenis dalam serangan tersebut.
Ia kembali mendesak negara-negara sekutu untuk menyediakan lebih banyak sistem pertahanan udara dan memperingatkan bahwa stok rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat telah habis.
Sementara itu, dalam wawancara dengan Fox News, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa meskipun kesenjangan antara Rusia dan Ukraina masih sangat besar, Washington terus mencari peluang untuk memulihkan dialog damai antara Moskow dan Kyiv.
Rubio mengatakan : “Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan berupaya menghidupkan kembali dialog antara kedua belah pihak dan berusaha mengakhiri perang ini. Presiden telah memberitahu timnya bahwa jika ada peluang sekecil apa pun untuk mendorong kemajuan dalam perundingan damai, maka kami harus memanfaatkannya.”
Laporan disusun oleh Yu Liang, New Tang Dynasty Television.





Komentar (0)