Video Bayi Baru Lahir Tersenyum Lebar Jadi Viral di Internet

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com  Sebuah video yang memperlihatkan seorang bayi yang baru lahir tersenyum lebar seolah-olah sedang “tertawa bahagia” menjadi viral di media sosial Tiongkok. Pada 3 Agustus, topik tersebut masuk dalam daftar pencarian terpopuler dan memicu banyak diskusi di kalangan warganet.

Dalam video yang beredar, seorang perawat menggendong bayi yang baru lahir sambil berkata:”Bayi ini tidak menangis, malah tersenyum. Lihat deh.”

Tak lama kemudian, bayi itu tampak tersenyum lebar hingga membuat sang perawat ikut tertawa. Tingkah lucunya membuat banyak warganet merasa gemas.

Beragam komentar warganet

Topik tersebut segera menjadi perbincangan hangat. Sejumlah komentar yang muncul antara lain:

近日,大陸一名剛出生後的寶寶咧嘴「開心大笑」的模樣,萌翻了眾多網友。 pic.twitter.com/pehpVxAqtp

— 甜甜 (@tiantian108) August 3, 2026

Ada pula yang meragukan bahwa video itu benar-benar direkam tepat setelah bayi dilahirkan.

Sementara itu, banyak komentar lain memuji kelucuan bayi tersebut:

Dokter: Menangis saat lahir lebih penting daripada tersenyum

Dokter spesialis anak Zhu Haiqiao, Kepala Departemen Pediatri Rumah Sakit Rakyat Provinsi Zhejiang, menjelaskan melalui akun Weibo bahwa dari sudut pandang medis, menangis saat lahir sebenarnya lebih penting daripada tersenyum.

Menurutnya, menangis membutuhkan kerja paru-paru sehingga membantu alveolus (kantung udara paru-paru) mengembang dan memulai fungsi pernapasan. Sebaliknya, tersenyum hanya melibatkan otot-otot wajah.

Ia mengatakan bahwa bayi yang baru lahir secara normal memang akan menangis, bukan tersenyum. Oleh karena itu, bayi yang hanya tersenyum tetapi tidak menangis belum tentu merupakan tanda yang baik.

Tangisan pertama menandakan paru-paru mulai bekerja

Pada 3 Agustus, sebuah artikel yang dimuat di Sina oleh blogger “Yuying Fengxiangbiao” (育嬰風向標) menjelaskan bahwa ketika bayi lahir, paru-parunya masih berupa jaringan yang belum terisi udara.

Tangisan pertama merupakan tanda bahwa bayi telah menghirup udara, mengembangkan alveolus, dan berhasil membangun sistem pernapasan mandiri. Suara tangisan menunjukkan bahwa udara telah melewati pita suara dan sistem pernapasan mulai berfungsi dengan baik.

Penulis menjelaskan bahwa dokter biasanya menilai kesehatan bayi baru lahir berdasarkan kemampuannya bernapas secara efektif serta apakah tangisannya cukup kuat dan teratur. Selama bayi dapat menangis, bernapas dengan normal, dan warna kulitnya tampak kemerahan atau merah muda yang sehat, maka ekspresi yang tampak seperti “tersenyum” sesaat setelah lahir umumnya masih dianggap normal.

Yang perlu diwaspadai justru jika bayi tidak menangis sama sekali

Penulis juga menegaskan bahwa kondisi yang perlu mendapat perhatian adalah apabila bayi sama sekali tidak menangis dan tidak menunjukkan gerakan bernapas setelah dilahirkan.

Dalam situasi seperti itu, tenaga medis akan segera melakukan tindakan darurat, misalnya:

Karena itu, orang tua tidak perlu terlalu cemas apabila bayi tidak langsung menangis pada detik pertama setelah lahir. Selama akhirnya bayi dapat bernapas dengan normal, kondisi kesehatannya umumnya tetap baik.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Usai Surati Youtube, Komdigi Bakal Panggil dan Blokir Akun Bigmo?
• 18 jam lalu
0
thumb
Kejagung Geledah Kantor Don Ritto dan Rumah Nurman Herin di Kasus TPPU Febrie
• 19 jam lalu
0
thumb
MG ZS Hybrid+, SUV Hybrid Cerdas yang Menjawab Dilema Mobil Listrik atau Bensin
• 23 jam lalu
0
thumb
Purbaya Minta Persetujuan Presiden Prabowo untuk Bayar DBH ke Pemda 
• 21 jam lalu
0
thumb
Pria di Kalteng Bakar Kamar Kos gegara Dituduh Selingkuh, 4 Orang Terluka
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.