Kebanyakan Lemak di MPASI Bikin Anak Sakit? Cek Faktanya!

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Beredar di media sosial anggapan bahwa pemberian lemak berlebih pada MPASI (Makanan Pendamping ASI) dapat membuat bayi lebih mudah sakit atau mengalami alergi. Informasi ini membuat sebagian orang tua khawatir untuk menambahkan sumber lemak ke dalam menu makan si kecil.

Padahal, lemak merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan bayi selama masa MPASI, terutama untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak. Menurut dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, lemak tidak menyebabkan alergi pada bayi. Justru, yang perlu diperhatikan orang tua adalah jumlah dan jenis lemak yang diberikan agar tetap sesuai dengan kebutuhan anak.

Bayi Butuh Lemak untuk Tumbuh Kembang

Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa anak usia 6 bulan hingga 2 tahun membutuhkan lemak sebagai salah satu sumber energi utama.

Lemak memiliki berbagai fungsi penting, antara lain:

Berdasarkan rekomendasi WHO dan IDAI, sekitar 30–45 persen kebutuhan energi harian anak berasal dari lemak.

Apakah Kebanyakan Lemak Bisa Membuat Bayi Sakit?

Menurut dr. Aisya, konsumsi lemak berlebihan tidak serta-merta membuat bayi sakit atau mengalami alergi makanan.

"Kebanyakan lemak tidak membuat anak sakit atau alergi. Mitos, ya, kebanyakan lemak bikin anak alergi, karena alergi makanan dipicu oleh protein. Kalau setelah makan tinggi lemak bayi mual atau diare, bisa jadi hanya gangguan pencernaan," ujar dr. Aisya pada kumparanMOM, Senin (3/8).

Meski begitu, asupan lemak yang terlalu banyak tetap dapat menimbulkan beberapa dampak, seperti:

Karena itu, orang tua tetap perlu memberikan lemak dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Tak hanya kelebihan, kekurangan lemak juga dapat berdampak pada kesehatan bayi. Beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain:

Pilih Sumber Lemak Sehat untuk MPASI

Untuk memenuhi kebutuhan lemak harian bayi, orang tua dapat memilih berbagai sumber lemak sehat, seperti:


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bahlil Tegaskan Hanya PT GAG Nikel yang Masih Beroperasi di Raja Ampat setelah Pencabutan Empat IUP
• 15 jam lalu
0
thumb
Kepala BGN Sebut Keracunan MBG di Semarang karena SPPG Tak Patuhi SOP
• 21 jam lalu
0
thumb
Virus Langka yang Belum Ada Obatnya Terkonfirmasi Muncul di New York
• 7 jam lalu
0
thumb
Presiden Iran Tegaskan Tak Ingin Perang Meluas
• 1 jam lalu
0
thumb
Denny Sumargo Berharap Konflik Ruben dan Sarwendah Berakhir di Ruang Tertutup
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.