REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Instagram akan menindak tegas konten yang direkam menggunakan kacamata pintar Meta Glasses jika diambil secara diam-diam tanpa izin, terutama mengarah pada pelecehan atau perundungan. Kepala Instagram Adam Mosseri menegaskan video semacam itu akan dihapus dari platform.
"Jika Anda mengunggah konten yang memanfaatkan orang lain dan melecehkan mereka, seperti banyak video rayuan yang telah kami dengar dan lihat, maka kami akan menghapus konten tersebut," kata Mosseri seperti dilansir laman Business Insider, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga
Belajar dari Kasus Ebemartono, Ketika Usher GIIAS Jadi Objek Eksploitasi Digital
Nadhira Al Harthy: Cinta yang Dimulai dari Kilimanjaro, Berakhir di Broad Peak
Perjalanan Penyanyi Shania Twain 'Merangkul' Penuaan
la menegaskan Instagram tidak ingin pengguna diam-diam merekam orang lain, melecehkan mereka, lalu mengunggah videonya ke platform. Menurut Mosseri, Instagram akan berupaya menghentikan praktik tersebut dengan berbagai cara.
"Kami tidak ingin kalian diam-diam merekam video orang lain dan melecehkan mereka, lalu mengunggahnya di platform kami. Jadi kami mencoba memerangi hal itu dengan segala cara yang kami bisa," kata dia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Meta Glasses dilengkapi lampu indikator yang menyala saat proses perekaman berlangsung. Pada model lama, lampu tersebut dapat dimanipulasi atau disembunyikan, misalnya dengan mengebor bagian tertentu atau menutupinya menggunakan selotip maupun lapisan film. Dalam pembaruan terbaru, Meta dapat menonaktifkan kamera apabila pengguna mencoba mengutak-atik lampu indikator tersebut.
Meski begitu, keberadaan lampu kecil di sudut kacamata belum tentu dipahami masyarakat sebagai tanda bahwa perangkat sedang merekam. Lampu itu juga sering kali tak terlihat, utamanya saat digunakan di luar ruangan.
Kebijakan pemblokiran ini muncul setelah maraknya video di TikTok dan Instagram yang memperlihatkan pengguna Meta Glasses merekam aksi prank terhadap pekerja layanan, seperti kasir maupun pegawai restoran cepat saji. Dalam sejumlah video, aksi tersebut sudah mengarah pada pelecehan, misalnya menyemprotkan cairan berbau kentut ke lilin di Walmart lalu meminta karyawan mencium baunya.
Selain video prank, konten lain yang menjadi sorotan adalah video para "pickup artist" yang menggunakan Meta Glasses untuk merekam diri saat mendekati perempuan di pusat kebugaran maupun di jalan. Meski sebagian interaksi berlangsung positif, perempuan yang diajak berbicara kerap tidak menyadari sejak awal bahwa mereka sedang direkam.
Belum diketahui berapa banyak video yang telah dihapus berdasarkan kebijakan baru tersebut, Namun, dua akun besar milik "pickup artist" saat merayu perempuan di ruang publik menggunakan Meta Glasses telah dinonaktifkan. Kedua akun tersebut sebelumnya memiliki lebih dari satu juta pengikut.
Komentar (0)